RADAR BOGOR - Ramen Siege, kuliner kaki lima yang menyajikan ramen kini menjadi sorotan di Jakarta Selatan.
Berada di dekat Stasiun MRT Blok A, Jakarta Selatan, Ramen Siege mulai beroperasi sejak lima bulan lalu.
Ramen Siege ini dimiliki oleh seorang mantan chef yang telah berpengalaman bekerja di berbagai negara.
Chef Aril, pemilik Ramen Siege, pernah bekerja di Dubai, Jepang, Vietnam, hingga Singapura sebelum akhirnya membuka usaha ramen di Indonesia.
Chef Aril mengungkapkan bahwa ia menghabiskan lima tahun di Dubai, empat tahun di Jepang, dan satu tahun di Vietnam serta Singapura.
Gerai ini fokus menyajikan ramen berbasis kuah kaldu yang kaya rasa, gurih, dan bertekstur creamy.
Semua mi yang digunakan di Ramen Siege diproduksi sendiri untuk menjaga kualitas tekstur dan rasa.
Produksi harian mencapai lima kilogram mi, cukup untuk melayani sekitar seratus porsi ramen setiap hari.
Pada akhir pekan, kapasitas produksi meningkat untuk memenuhi permintaan yang bisa mencapai dua ratus porsi.
Menu andalan di Ramen Siege adalah ramen truffle oil, menawarkan aroma khas truffle dengan sensasi kuah kental.
Selain itu, tersedia pilihan menu oboroiju, yaitu ayam goreng tepung dengan saus keju bakar di atasnya.
Harga ramen di Ramen Siege mulai dari Rp45.000, membuatnya terjangkau tanpa mengurangi kualitas rasa dan penyajian.
Ramen Siege beroperasi setiap hari mulai pukul 17.00 sore hingga 24.00 malam, kecuali hari Senin libur.
Pengunjung dapat menikmati hidangan di tempat atau memesan melalui layanan daring seperti GrabFood dan GoFood dengan nama Ramenig.
Meskipun berkonsep kaki lima, Ramen Siege mengutamakan penyajian bersih, rapi, dan penuh perhatian terhadap detail.
Ramen Siege berkomitmen menyajikan rasa autentik Jepang dengan pendekatan harga yang bersahabat untuk semua kalangan.
Suasana makan yang santai di Ramen Siege cocok menjadi pilihan untuk pecinta kuliner ramen di Jakarta Selatan.
Yang mau datang langsung bisa ke Ramen Siege, Samping Warung Tiki Taka, Jl. RS. Fatmawati Raya No.4E 5, RT.9/RW.1, Pulo, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan.***
Editor : Eli Kustiyawati