RADAR BOGOR - Siapa sangka, sebuah warung es cendol sederhana di kawasan Ciomas Bogor, kini menjadi primadona kuliner yang tak pernah sepi pengunjung.
Letaknya yang strategis, tepatnya di samping Masjid Anasar, Komplek Goodyear, Jl. Cahaya Ilahi No.1, CIomas Rahayu, Kabupaten Bogor, membuat warung es cendol ini mudah dijangkau wisatawan maupun warga lokal.
Popularitas es cendol ini bukan main-main. Setiap harinya, penjual mampu meraup keuntungan dari penjualan hingga 100 cup es cendol.
Bahkan di akhir pekan, angka penjualan melonjak drastis mencapai 200 cup per hari. Tidak mengherankan jika antrean pembeli selalu terlihat mengular di depan warung.
"Rasanya memang beda dari yang lain. Creamy, manis-gurih, dan sangat menyegarkan," ujar salah satu pelanggan setia.
Keistimewaan es cendol ini terletak pada tekstur cendolnya yang kenyal namun cepat lumer di mulut, memberikan sensasi unik yang sulit dilupakan.
Untuk menambah cita rasa, warung ini menyediakan berbagai pilihan topping premium seperti durian dan nangka yang semakin memperkaya kelezatan es cendol.
Kombinasi rasa manis alami buah dengan kesegaran es cendol menciptakan harmoni rasa yang sempurna.
Menariknya, warung ini tidak hanya mengandalkan es cendol sebagai menu andalan. Berbagai camilan lezat turut tersedia, mulai dari miamin, siomai, batagor, dimsum, pempek, hingga menu western seperti lasagna.
Bahkan tersedia juga kids meal khusus untuk anak-anak. Bagi yang ingin menikmati kelezatan ini di rumah, warung ini juga menyediakan menu frozen yang bisa dibawa pulang sebagai persediaan.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Hujan, es cendol viral ini sudah menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi.
Lokasinya yang dekat dengan stasiun membuatnya mudah dijangkau, sementara cita rasanya yang khas menjamin pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Dengan harga terjangkau dan rasa yang autentik, tidak heran jika warung es cendol sederhana ini berhasil mencuri perhatian dan menjadi viral di kalangan pencinta kuliner Bogor. (***)
Penulis : Anggita Ali Dahlan / PKL Universitas Pakuan
Sumber : Tiktok Yugussi