Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Risol Goreng Jadi Ciri Khas Soto Mie Bogor, Begini Sejarah dan Asal-usulnya

Yosep Awaludin • Selasa, 17 Februari 2026 | 09:20 WIB
Makanan ikonik Soto Mie Bogor.
Makanan ikonik Soto Mie Bogor.

RADAR BOGOR - Soto mie menjadi salah satu kuliner khas Bogor yang memiliki karakter berbeda dibandingkan dengan soto dari daerah lain di Indonesia.

Selain menggunakan mie kuning dan bihun sebagai bahan utama, soto mie Bogor dikenal dengan tambahan risol goreng yang dipotong-potong dan disajikan dalam kuah kaldu berbumbu rempah.

Berdasarkan informasi yang dimuat dalam laman resmi Pemeot Bogor kotabogor.go.id, soto mie termasuk dalam daftar kuliner khas yang berkembang dan menjadi bagian dari identitas daerah.

Pemkot Bogor dalam berbagai publikasi pariwisata menyebutkan bahwa ragam kuliner di wilayah ini tumbuh dari proses percampuran budaya yang terjadi sejak masa kolonial.

Bogor sejak dahulu dikenal sebagai daerah pertemuan berbagai etnis, mulai dari Sunda sebagai penduduk lokal, Betawi, hingga Tionghoa.

Proses interaksi budaya tersebut memengaruhi perkembangan makanan khas daerah, termasuk soto mie.

Penggunaan mie dalam sajian ini menunjukkan adanya pengaruh kuliner Tionghoa, sementara konsep soto berkuah rempah merupakan bagian dari tradisi kuliner Nusantara.

Komposisi soto mie Bogor secara umum terdiri dari mi kuning, bihun, irisan daging sapi atau kikil, kol, tomat, emping, serta taburan bawang goreng.

Yang membedakan dengan soto lainnya adalah tambahan risol goreng. Risol tersebut biasanya berisi bihun atau sayuran, dibungkus kulit tipis lalu digoreng hingga renyah sebelum dipotong dan dicampurkan ke dalam mangkuk soto.

Dalam berbagai deskripsi kuliner resmi yang dipublikasikan pemerintah daerah, penggunaan risol disebut sebagai ciri khas soto mie Bogor yang tidak ditemukan pada varian soto mie di daerah lain.

Risol memberi tambahan tekstur serta memperkaya cita rasa karena menyerap kuah kaldu saat disajikan.

Sementara itu, dalam platform kebudayaan.kemdikbud.go.id, dijelaskan bahwa kuliner tradisional di Indonesia umumnya berkembang melalui proses adaptasi, inovasi, dan pengaruh lintas budaya.

Hal tersebut selaras dengan perkembangan soto mie Bogor yang tumbuh dari percampuran tradisi dan kreativitas masyarakat setempat.

Berbeda dengan soto dari daerah lain, soto mie khas Bogor menggunakan risol sebagai pelengkap utama.

Keunikan ini membuat banyak pembeli justru “mengincar” risolnya, bahkan kerap menambah porsi.

Hal tersebut juga diungkapkan salah satu pedagang soto mi di kawasan Taman Yasmin melalui unggahan video akun TikTok @iancaf24.

Dalam video tersebut ia menyebut, pembeli sering kali memesan satu porsi soto dengan tambahan risol lebih banyak.

Warganet pun ramai berkomentar mengalami hal serupa, bahkan ada yang mengaku membeli satu soto dengan hingga 10 potong risol.

Kini, soto mie tidak hanya dapat ditemukan di kawasan pasar tradisional dan sentra kuliner lama seperti Suryakencana, tetapi juga menjadi salah satu menu andalan yang dipromosikan dalam agenda pariwisata Kota Bogor.

Keberadaannya semakin memperkuat posisi Bogor sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Jawa Barat.

Dengan ciri khas risol sebagai pembeda utama, soto mie Bogor tidak hanya menjadi sajian penghangat di tengah udara sejuk Kota Hujan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner daerah yang terus bertahan hingga kini. (Dian/Vokasi IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#kuliner khas bogor #risol #soto mie