Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kaget Cicipi Sate Vegan Mirip Daging, Food Vlogger Mamank Kuliner: Demi Allah Gue Nggak Bohong

Gabriel Anderson Nainggolan • Selasa, 17 Maret 2026 | 21:40 WIB

Burgreens-Style Satay Maranggi yang dicicipi oleh sang YouTuber Mamank Kuliner
Burgreens-Style Satay Maranggi yang dicicipi oleh sang YouTuber Mamank Kuliner

RADAR BOGOR - Fenomena makanan berbasis nabati kembali menarik perhatian publik setelah food vlogger Mamank Kuliner mencoba menu unik berupa sate vegan bergaya maranggi yang terinspirasi dari hidangan khas Indonesia.

Dalam video tersebut, ia mencicipi Burgreens-Style Satay Maranggi, sebuah menu plant-based yang dibuat menyerupai sate daging asli, mulai dari aroma, tekstur, hingga penyajiannya. Konten ini langsung memancing rasa penasaran karena banyak orang masih menganggap makanan vegan identik dengan rasa hambar atau sekadar sayuran biasa.

Sejak awal mencicipi, Mamank Kuliner tampak menunjukkan reaksi spontan terhadap aroma makanan tersebut. Ia bahkan langsung mengungkapkan keterkejutannya dengan berkata, “Sumpah, ini wanginya khas sate banget, cobain, cobain,” kata Mamank Kuliner.
 
Baca Juga: KPM PKH dan BPNT Wajib Cek Desil Sekarang untuk Pastikan Bansos 2026 Cair Tepat Sasaran, Simak Panduannya di Sini
 
Kalimat itu muncul ketika sate baru saja dihidangkan, menandakan bahwa kesan pertama justru datang dari aroma panggangan yang sangat familiar bagi pecinta sate tradisional.
 
Menu sate ini dibuat tanpa menggunakan daging hewan sama sekali. Sebagai gantinya, bahan utama berasal dari protein nabati seperti olahan kedelai dan bahan plant-based lain yang dirancang memiliki serat menyerupai daging.
 
Teknik marinasi dan pembakaran menjadi kunci utama sehingga rasa bumbu maranggi tetap terasa kuat meski bahan dasarnya berbeda.
 
Baca Juga: Masih Bingung, Lebaran Hari Apa? Ini Prediksi Kemenag, BRIN dan Muhammadiyah
 
Ketika mulai menggigit sate tersebut, ekspresi Mamank Kuliner berubah semakin heran. Ia mencoba meyakinkan penonton bahwa reaksinya bukan dibuat-buat dengan mengatakan, “Demi Allah gue nggak bohong,” Pernyataan itu memperlihatkan bahwa sensasi rasa yang ia rasakan benar-benar di luar ekspektasinya terhadap makanan vegan.
 
Salah satu faktor yang membuat menu ini terasa autentik adalah penggunaan bumbu khas Indonesia yang tetap dipertahankan.
 
Rasa manis, gurih, dan aroma rempah khas sate maranggi tetap dominan, sehingga pengalaman makan tidak terasa asing bagi lidah lokal. Inilah yang membuat konsep makanan plant-based semakin mudah diterima masyarakat.
 
Baca Juga: THR 2026 Cair Bertahap untuk ASN, Swasta, dan Ojol, Ini Detail Nominal, Ketentuan, dan Stimulus Lebaran
 
Di tengah proses review, suasana juga menjadi lebih santai ketika Mamank Kuliner bercanda mengenai racikan bumbu yang menurutnya berhasil menipu lidah. Ia sambil tertawa berkata, “Jago juga bumbunya soalnya omnivora, Pak,” menunjukkan bahwa bahkan penikmat daging pun bisa menikmati versi vegan ini tanpa merasa kehilangan sensasi makan sate.
 
Kemunculan makanan seperti ini mencerminkan tren kuliner baru di Indonesia, yaitu makanan vegan yang tidak lagi sekadar sehat, tetapi juga fokus pada pengalaman rasa.
 
Banyak restoran modern mulai mengadaptasi makanan tradisional menjadi versi nabati agar bisa dinikmati lebih luas, termasuk oleh vegetarian maupun flexitarian.
 
Baca Juga: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri, Anak, hingga Orang yang Diwakilkan di Ramadhan 2026
 
Selain faktor kesehatan, konsep plant-based juga sering dikaitkan dengan isu keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan hewan.
 
Namun , bagi sebagian besar konsumen, faktor rasa tetap menjadi penentu utama. Karena itu, inovasi yang mampu meniru tekstur dan aroma daging menjadi langkah penting agar makanan vegan tidak terasa eksklusif atau terbatas pada komunitas tertentu saja.
 
Video review ini akhirnya memperlihatkan bahwa persepsi terhadap makanan vegan perlahan berubah. Jika sebelumnya dianggap kurang menggugah selera, kini teknologi pengolahan bahan nabati mampu menghadirkan pengalaman kuliner yang hampir menyerupai hidangan asli berbasis daging.
 
Baca Juga: Pemkab Bogor Cek Bahan Pokok di Pasar Cibinong Jelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Harga Minyak Goreng hingga Cabai Naik
 
Melalui reaksi jujur Mamank Kuliner yang penuh kejutan, penonton dapat melihat bahwa inovasi kuliner plant-based bukan sekadar tren sesaat, melainkan perkembangan nyata dalam dunia makanan modern.
 
Respons spontan dan rasa kaget sang YouTuber menjadi bukti bahwa batas antara makanan vegan dan non-vegan kini semakin tipis di mata penikmat kuliner Indonesia.***
Editor : Asep Suhendar
#maranggi #Sate vegan #Mamank Kuliner