RADAR BOGOR - The SIGIT, band asal Bandung yang sering dikenal dengan suara garang dan distorsi menggempur berhasil menyentuh hati lewat lagu All The Time.
Lagu milik The SIGIT ini lebih dari sekadar lagu, melainkan manifesto cinta yang mendalam yang tersembunyi di balik suara keras rock yang menjadi ciri khas mereka.
Salah satu lagu dari album Visible Idea of Perfection (2007), All The Time menunjukkan bahwa The SIGIT tidak hanya memiliki kemampuan untuk menghasilkan dentuman gitar yang kuat, tetapi mereka juga mampu mengungkapkan perasaan romantis yang tulus.
Lagu ini membawa nuansa lembut yang jarang ditemukan pada musik lain. All The Time memiliki lirik yang sederhana tetapi memiliki makna yang mendalam tentang kerinduan untuk tinggal bersama orang tercinta untuk waktu yang tidak terbatas.
Lagu ini menjadi favorit banyak orang, dari penggemar setia The SIGIT hingga pendengar baru yang belum pernah mendengarkan musik mereka.
Salah satu makna utama dari All The Time adalah ekspresi cinta yang abadi. Sebuah harapan untuk menghabiskan waktu bersama pasangan hati sepanjang hidup.
Seolah pesan ini mengajak pendengar untuk lebih menghargai waktu dalam sebuah hubungan sebagai lebih dari sekedar momen manis yang berlalu dengan cepat.
Romantisme ini, paradoksnya, berasal dari musik yang keras dan enerjik. Dengan tetap mempertahankan identitas musik mereka yang unik, The SIGIT berhasil menggabungkan perasaan hangat itu dengan aransemen yang kuat. Ini adalah aspek yang membuat lagu All The Time menjadi unik.
Sang vokalis, Rekti, memainkan peran penting dalam menambahkan nuansa emosional ke lagu ini.
Suaranya yang ekspresif mampu menyampaikan setiap kata dengan intensitas yang tepat, membuat pendengar ikut merasakan kerinduan yang diungkapkannya.
Sang gitaris, Farri, semakin memperkuat suasana dalam All The Time. Dengan permainannya yang enerjik tetapi tetap terkontrol, gitar memberikan warna yang berbeda.
Vokal dan gitar berkolaborasi untuk menciptakan dialog tentang kegelisahan dan cinta yang melingkupi perasaan manusia saat menanti kedatangan orang tercinta.
Selain menjadi favorit penggemar, All The Time juga sering digunakan sebagai cara untuk menyampaikan perasaan cinta secara tidak langsung.
Banyak orang menggunakan lagu ini sebagai cara untuk merayu atau mengungkapkan perasaan mereka kepada pasangan mereka, membuktikan bahwa musik rock, meskipun keras, dapat menjadi bahasa cinta yang lembut dan nyata.
The SIGIT membawa tema cinta ke dalam balutan rock yang keras, dan mereka melakukannya dengan sangat alami.
Lagu ini tidak dimaksudkan untuk menjadi romantis, tetapi itu adalah hasil dari perasaan yang memang ada dalam jiwa musisi, yang sangat memperhatikan setiap nada dan lirik.
All The Time juga menunjukkan kematangan The SIGIT sebagai band, menunjukkan kemampuan mereka untuk bereksplorasi di luar zona nyaman, menggabungkan dua elemen berlawanan, rock dan cinta, menjadi satu formula yang memikat dan mengesankan.
Lagu ini menunjukkan dalam konteks musik Indonesia bahwa musik rock tidak hanya berbicara tentang pemberontakan dan keganasan.
All The Time membawa warna baru ke industri musik nasional, membuka ruang bagi ekspresi cinta yang berani dan romantis.
Kejujuran lirik dan energi musiknya mampu membangkitkan semangat dan keyakinan bahwa cinta harus diperjuangkan tanpa henti.
Tak heran jika hingga saat ini All The Time masih menjadi lagu legendaris yang selalu diingat oleh para penggemar The SIGIT.
Pesona romantisnya menjadikan lebih dari sekadar lagu, melainkan representasi hubungan yang kuat dan abadi. (***)
Penulis: Mutia Silviani/Magang Univeristas BSI Depok
Sumber: Instagram @binarmusik