RADAR BOGOR - Threesixty, band skatepunk asal Bandar Lampung, kembali muncul ke permukaan dengan lagu terbaru mereka berjudul 'Kalimat Penenang'.
Dikutip dari Instagram @threesixty_id, lagu ini jadi bukti kalau Threesixty masih aktif berkarya dan terus bereksperimen dengan warna musik yang lebih dewasa.
'Kalimat Penenang' menjadi single Threesixty yang terasa jujur dan penuh perasaan. Liriknya menggambarkan seseorang yang berusaha bangkit dari kehilangan, sambil berpegang pada kalimat sederhana yang bisa menenangkan hatinya.
Yang bikin single terbaru ini makin menarik, Threesixty menggandeng Faizal Permana atau yang akrab disapa Ical yaitu vokalis dari band 510.
Kolaborasi ini menghadirkan warna vokal baru yang menambah dimensi emosional pada lagu tersebut.
Perpaduan suara antara Ical dan vokalis utama Threesixty terdengar menyatu dengan sempurna.
Keduanya berhasil membawa emosi yang tulus, membuat “Kalimat Penenang” terasa hidup dan berkesan.
Threesixty sendiri bukan nama baru di skena musik independen. Band ini berdiri sejak 2008, lahir dari semangat anak muda di Panjang, Lampung, yang doyan musik dan skateboard.
Awalnya, mereka dikenal lewat gaya skatepunk yang cepat, energik, dan penuh semangat. Musik mereka jadi teman bagi banyak anak muda Lampung yang tumbuh bersama kultur papan seluncur.
Namun seiring waktu, Threesixty mulai berani bereksperimen dengan suara yang lebih luas. Mereka mulai memasukkan unsur alternatif dan post-punk dalam aransemen mereka, tanpa meninggalkan akar skatepunk-nya.
Perubahan arah musik ini terasa jelas di 'Kalimat Penenang'. Lagu ini menunjukkan kedewasaan Threesixty dalam menulis lirik dan mengolah emosi tanpa kehilangan karakter awal mereka.
'Kalimat Penenang' juga menjadi bagian refleksi dari perjalanan panjang Threesixty selama hampir dua dekade di dunia musik. Mereka tetap konsisten, tapi terus berkembang sesuai zaman dan pengalaman.
Kolaborasi dengan Ical dari 510 seolah membuka babak baru bagi mereka. Ini bukan sekadar proyek kolaborasi, tapi juga simbol pertemuan dua generasi band independen yang tumbuh dari semangat yang sama.
Dengan 'Kalimat Penenang', Threesixty berhasil menunjukkan bahwa mereka masih relevan, masih punya cerita, dan masih punya energi untuk terus bersuara lewat musik mereka yang penuh makna. (Zaidan/BSI)