Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lebaran Oh Lebaran, Lagu Kolaborasi Musisi Muda yang Angkat Hangatnya Tradisi Lebaran

Yosep Awaludin • Kamis, 12 Maret 2026 | 15:40 WIB

Ilustrasi lyric video lagu Lebaran Oh Lebaran.
Ilustrasi lyric video lagu Lebaran Oh Lebaran.

RADAR BOGOR - Setelah merilis lagu bertema Ramadhan berjudul AYO BUKBER!, para musisi di balik proyek tersebut kembali menghadirkan karya baru. Lagu terbaru berjudul Lebaran Oh Lebaran resmi dirilis pada 5 Maret 2026 di bawah label Arseri Music.

Lagu Lebaran Oh Lebaran ini dibawakan oleh kolaborasi sejumlah musisi muda, yakni DEABDIL, Amira Karin, remi the duo, serta Paul Partohap.

Namun, dalam proyek ini Paul Partohap tidak mengisi vokal, tetapi berperan sebagai pemain gitar dalam aransemen lagu.

Berdadarkan informasi dari deskripsi lyric video yang diunggah melalui kanal YouTube @ArseriMusic, lagu ini ditulis oleh Muthia Zahra Feriani, yang juga turut menyusun komposisi musik bersama Khalishah Isyana.

Aransemen sekaligus produksi lagu ditangani oleh Khalishah Isyana, menghadirkan nuansa pop ringan yang berpadu dengan instrumen akustik.

Dalam proses rekaman, sejumlah musisi turut terlibat, di antaranya Raditya Samudra pada bass, Aji Widyadhana pada suling, serta Filipus Cahyadi pada drum. Proses mixing dan mastering kemudian dikerjakan oleh Ivan Gojaya di Roemah Iponk.

Gambaran Sederhana Suasana Lebaran

Berbeda dengan lagu religi yang cenderung khidmat, “Lebaran Oh Lebaran” justru menghadirkan gambaran hari raya dengan cara yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sejak bait awal, lagu ini langsung menggambarkan suasana persiapan menjelang Lebaran yang terasa akrab bagi masyarakat Indonesia.

Baju termantap dipakai
Wangi parfum di seluruh badan
Ini waktunya kita rayakan
Hari Fitri ya Lebaran.

Baca Juga: Fayra Dzikra Hadir di Bogor, Toko Muslim One Stop Shopping dari Busana Lebaran hingga Travel Umroh

Lirik tersebut terasa seperti potret kecil tradisi Lebaran yang sering dijumpai, yakni mengenakan pakaian terbaik, bersiap bersilaturahmi, hingga merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Pada bagian lain, lagu ini juga menyinggung budaya saling memaafkan yang menjadi inti perayaan hari raya.

Asik kita makan-makan
Sekalian yuk maaf-maafan
Ini waktunya kita rayakan
Hari Fitri ya Lebaran

Kalimatnya sederhana, tetapi menggambarkan suasana hangat yang sering hadir saat keluarga berkumpul di meja makan Lebaran.

Pesan Reflektif Setelah Ramadhan

Di balik nuansa ceria tersebut, lagu ini juga menyisipkan pesan reflektif tentang perjalanan selama bulan Ramadhan.

Udah sebulan kita belajar
Yang baik dilanjutkan
Yang buruk kita tinggalkan

Baris ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga proses untuk memperbaiki diri.

Nilai-nilai baik yang dipelajari selama sebulan diharapkan tetap dibawa setelah hari raya tiba. Bagian reffrain kemudian menegaskan suasana kebahagiaan yang identik dengan Idulfitri.

Lebaran oh Lebaran
Senyum tawa bertebaran
Minal aidin wal faizin
Maafkanlah lahir batin.

Ungkapan yang akrab diucapkan saat hari raya itu diolah menjadi lirik yang sederhana dan mudah diingat, sehingga terasa dekat dengan pengalaman banyak orang.

Dari sisi musikal, lagu ini menghadirkan aransemen yang ringan dan bersahabat di telinga. Perpaduan gitar, bass, drum, hingga suling memberikan warna musik yang lembut, seolah mengiringi suasana silaturahmi di hari raya.

Lebih dari sekadar lagu perayaan, karya ini seolah menjadi pengingat bahwa setelah sebulan belajar menahan diri, Lebaran adalah waktu untuk kembali merangkul kebersamaan dengan hati yang lebih lapang.

Saat ini, Lebaran Oh Lebaran sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital. (Sarah/Unpad)

Editor : Yosep Awaludin
#karya baru #lebaran #ramadhan