RADAR BOGOR, Selain keindahan lautnya, Sukabumi juga memiliki beragam destinasi wisata alam seperti curug. Salah satunya Curug Pareang, yang biasa disebut surga tersembunyi di pedalaman Kabupaten Sukabumi.
Curug Pareang ini terletak di Kampung Lembursitu, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Lokasi Curug Pareang ini bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat ataupun roda dua, sekitar 1 jam dari pusat Kota Sukabumi.
Curug Pareang ini terlihat sangat gagah karena memiliki ketinggian 135 meter dengan lebar 80 meter serta kemiringan hingga mencapai 45 derajat.
Dari tempat parkir kendaraan menuju curug kurang lebih sekitar 500 meter. Sebelum tiba di curug, kamu akan melalui hutan kecil dengan jalannya yang cukup aman dan teduh.
Ketika kamu sampai di curug, semua akan terbayar karena Curug Pareang sangat indah. Ketika debit air tidak terlalu tinggi, kamu bisa menaiki bebatuan yang ada di Curug Pareang.
Namun sangat tidak disarankan untuk menaiki curug ini jika debit air sedang tinggi, karena bebatunya licin dan arusnya cukup deras.
Karena keindahannya, lokasi curug ini sering digunakan wisatawan untuk kemping. Apalagi penduduk setempat cukup ramah kepada setiap wisatawan.
Curug Pareang Sukabumi ini memiliki delapan tingkat air yang menakjubkan. Sayangnya, tempat wisata ini belum sepopuler curug di seputar Geropark Ciletuh.
Makanya, setiap akhir pekan atau libur nasional pengunjung yang datang belum terlalu banyak. Buat kamu yang hobi wisata alam, Curug Pareang ini sangat rekomended untuk dikunjungi.
Salah seorang pengunjung, Herman (43) mengaku sudah beberapa kali berwisata ke Curug Pareang Sukabumi. "Curugnya sangat indah dan lokasinya tidak terlalu sukit dijangkau," ujarnya.
Warga Sukabumi ini berharap agar destinasi wisata seperti curug ini bisa dikelola dengan baik agar wisatawan yang datang lebih banyak lagi.
Menurutnya, lokasi Curug Pareang ini masih sangat mungkin dikembangkan. Salah satunya camping ground, sehingga wisatawan bisa lebih leluasa mengeksploer keindahan Curug Pareang. (***)
Editor : Alpin.