RADAR BOGOR - Para jemaah haji Indonesia diminta menjaga kesehatan mereka, pasalnya di Tanah Suci suhunya bisa mencapai 40 derajat Celcius.
“Cuaca sangat panas. 40 derajat. Ini belum puncak. Beberapa hari lalu, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi menyampaikan bahwa suhu di Arab Saudi pada puncak haji bisa mencapai 48 hingga 50 derajat,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Selain itu, Yaqut menasihati jemaah haji untuk mendapatkan cukup istirahat sebelum berangkat ke Arab Saudi.
"Saya meminta jemaah haji mempersiapkan diri sebaik mungkin. Haji adalah ibadah fisik, jadi siapkan diri Anda sebaik mungkin. Jangan terlalu dipaksa. Yaqut menyarankan agar jemaah memakan makanan bergizi dan vitamin. Ini akan membantu mereka menjaga stamina," tuturnya.
Meskipun demikian, Yaqut meminta jemaah haji untuk tidak khawatir. Mereka dapat menghubungi petugas haji yang tersedia 24 jam sehari jika mengalami masalah atau gangguan kesehatan.
"Jemaah haji jangan ragu menyampaikan hal apa pun kepada petugas untuk bisa membantu jemaah," katanya.
Menghadapi cuaca panas di Arab Saudi, para jemaah haji disarankan untuk banyak minum air putih.
Jamilah, TKHI Kloter (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia), mengatakan calon jemaah haji harus minum setidaknya sekali setiap satu jam.
Ini dilakukan untuk memastikan bahwa jemaah yang akan melakukan ibadah haji tidak kekurangan cairan atau dehidrasi selama mereka menjalankan ibadah.
"Untuk menjaga agar tidak dehidrasi, harus rutin minum tiap jam ya, mungkin mau dicicil tiap waktu seteguk dulu, nanti beberapa menit lagi seteguk," ungkapnya.
Jamilah khawatir para calon jemaah haji akan menahan diri untuk tidak minum karena mereka takut akan sering buang air kecil.
Untuk alasan ini, ia menyarankan jemaah haji untuk tetap minum, tetapi dengan jumlah yang lebih kecil secara bertahap.
"Sangat berbahaya jika menolak untuk minum karena khawatir akan pipis, karena itu dapat menyebabkan dehidrasi," katanya.
Para jemaah haji juga diminta memakai APD alat pelindung diri, seperti topi, kacamata hitam, dan pelembab. (***)
Editor : Yosep Awaludin