RADAR BOGOR—Pada Rabu, 24/7/2024, IPB University dan Astra International meresmikan Astra Sustainable Forest di Garut, Jawa Barat.
IPB dan Astra telah mencapai kesepakatan untuk melakukan kegiatan ini sebagai bagian dari kerja sama karbon offset di Jawa Barat dari tahun 2022.
Selain mendukung pemenuhan target Nationally Determined Contribution (NDC) pemerintah Republik Indonesia, kerjasama ini merupakan bentuk inisiatif dan kontribusi untuk mendorong program Carbon Offset. Konsep Agroforestry mendukung Desa Berkelanjutan dalam program ini.
Agroforestry adalah suatu sistem pengelolaan lahan yang menggabungkan tanaman pertanian (seperti kopi) dengan tanaman kehutanan (seperti Rasamala, Puspa, Suren, Manglid, Saninten, Alpukat, Durian, dll.) di satu tempat.
Pemerintah setempat, termasuk Korem, Koramil, Polsek, BKSDA Jawa Barat, Koperasi mitra IPB, dan masyarakat petani penerima manfaat, hadir di acara tersebut.
Riza Deliansyah, Chief of Corporate Affairs Astra, dan Dr. Handian Purwawangsa S.Hut, M.Si, sebagai perwakilan IPB, dan Dekan Sekolah Ilmu Teknologi Hayati ITB, Prof. Endah Sulistyawati, S.Si, Ph.D, juga hadir di acara tersebut.
Tujuan dari proyek ini adalah untuk menjadikan Astra Sustainable Forest sebagai lokasi karbon offset proyek di Kabupaten Garut.
Area ini termasuk Hutan Rakyat dan Perhutanan Sosial (PS) yang termasuk dalam program di Kabupaten Garut.
Kedua pihak menandatangani prasasti Astra Sustainable Forest untuk menetapkannya.
"Melalui program ini, masyarakat turut berkontribusi terhadap penurunan emisi global sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari komoditas buah yang dihasilkan," ujar Dr. Handian Purwawangsa.
Melalui penerapan inovasi seperti konsep desa tanpa kemiskinan, ini mendukung ekosistem bisnis berkelanjutan dengan mendorong partisipasi masyarakat, terutama petani dan buruh tani, untuk meningkatkan pendapatan.
Pemberdayaan masyarakat, kerja sama tim, dan inovasi adalah prinsip utama dari model ini. IPB University dan Astra International berkonsentrasi pada pencapaian SDGs Desa, khususnya SDGs 1 Desa Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 Desa Tanpa Kelaparan, SDGs 5 Keterlibatan Perempuan Desa, SDGs 8 Pertumbuhan Ekonomi Desa dan Merata, dan SDGs 13 Desa Tanggap Perubahan Iklim.
IPB menanam pohon di 868 ha di Kabupaten Garut, Sukabumi, dan Cianjur selama proses ini. Reforestasi, pengkayaan tanaman, dan rehabilitasi adalah model karbon offset yang digunakan pada areal PS, sementara pada hutan rakyat adalah aforestasi dan rehabilitasi lahan.
Skema penanaman yang terdiri dari 40% tanaman kehutanan dan 60% tanaman produktif. Tanaman kehutanan produktif mencapai 180–209 tanaman/ha, dengan tanaman kopi 800–1000 tanaman/ha. Tanaman kehutanan ditanam pada jarak 2m–3m dari batas luas lahan.
Program ini dapat memberikan kontribusi penyerapan emisi sebesar 545.291,51 ton CO2e pada tahun ke-20, menurut penelitian yang dilakukan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB bersama Astra.
Ini menunjukkan bahwa program dapat mendukung kontribusi nasional yang ditetapkan (NDC) pemerintah Republik Indonesia dalam sektor FOLU (Penggunaan Tanah Hutan dan Lainnya).
Selain itu, dalam program ini, PUSAKA (Program Untuk Konservasi Satwa Langka Astra) Rangger diserahkan.
Program ini bertujuan untuk melindungi Kukang, yang merupakan satwa endemik di Kabupaten Garut.
Astra melakukan penyematan ini sebagai bagian dari komitmennya terhadap konservasi satwa liar.
"Bahwa kukang termasuk satwa yang dilindungi, dan perdagangan terhadap kukang itu terjadi," tutur Prof. Endah Sulistyawati.
Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat menjaga habitat alami kukang di Kabupaten Garut tetap hidup dan lestari.(***)