Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

120 Peserta Kerja di Jepang Dilatih Soal Bahasa dan Budaya

Yosep Awaludin • Senin, 5 Agustus 2024 | 18:42 WIB
Program Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Tahun 2024.
Program Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Tahun 2024.

RADAR BOGOR—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), bekerja sama dengan berbagai LPK, akan menyelenggarakan Program Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Tahun 2024.

Program ini akan dilaksanakan di Jepang. Program ini merupakan bagian dari Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, dan berlangsung selama enam bulan, dengan 120 peserta.

Pelatihan ini sangat strategis dan penting. Tenaga kerja harus dilatih untuk menjadi profesional, kompeten, dan berdaya saing.

"Saat ini dilakukan pelatihan khusus tentang bahasa dan budaya Jepang untuk bekerja di Jepang," kata Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli saat membuka pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans.

Dia menyatakan bahwa tenaga kerja harus dilatih tentang bahasa dan budaya mereka jika mereka ingin diterima dengan baik di Jepang.

Jumlah pengangguran telah turun dari tahun ke tahun berkat kerja sama Dinaskertrans dengan LPK, Sekolah, Dunia Usaha, Pimpinan Pondok Pesantren, dan orang tua.

"Saya mohon doa dan dukungan orang tua supaya anak-anak mereka sukses," kata Yudia.

Program ini mengurangi angka kemiskinan, kata Yudia. Oleh karena itu, kemiskinan dapat terjadi sebagai akibat dari pengaguran itu.

Karena itu, banyak kesempatan kerja yang tersedia baginya untuk bekerja. Tugas utama Disnakertrans adalah memberikan pelatihan kepada para pencari kerja.

Yudia menyatakan bahwa tingkat pengangguran di Kabupaten Sumedang terus menurun.

Yudia meminta agar Disnakertrans memiliki jejaring yang kuat agar dapat menawarkan banyak peluang pelatihan.

"Saya berharap Disnakertrans memiliki koneksi yang baik. Pelatihan ini dapat mencapai ribuan orang di masa depan jika jumlah peserta saat ini adalah 120 orang," ujarnya.

Irma Dewi Agustin, Kepala Bidang Pelatihan dan Vokasi dan Produktivitas Disnakertrans, mengatakan bahwa para peserta pelatihan telah melalui proses seleksi yang transparan dan selektif.

"Peserta diseleksi mulai dengan tes fisik, matematika dasar, bahasa Jepang, dan tes psikologis. Tes psikologis dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan mental karena mereka bekerja di negara yang memiliki standar etos kerja yang tinggi," jelas Irma.

Disnakertras bekerja sama dengan beberapa lembaga pelatihan kerja (LPK), seperti LPK MGP, LPK Matahari Perdana, LPK Kyoumei Nihongo Center, dan LPK Fuji Sukses Mandiri Nusantara.

"Kami memilih LPK karena kami percaya pada kerja sama. Pelatihan ini bertujuan untuk memberi peserta kompetensi yang mereka butuhkan sehingga mereka dapat bersaing dan siap bekerja ketika mereka berada di Jepang," katanya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#jepang #sumedang #pelatihan