Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cacar Monyet Menyerang Sejumlah Negara, Warga Bogor Harus Waspada. Ini Gejala dan Pencegahannya!

Yosep Awaludin • Minggu, 25 Agustus 2024 | 07:07 WIB
Ilustrasi cacar monyet
Ilustrasi cacar monyet

RADAR BOGOR—Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus yang menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi dan menjadi perhatian masyarakat di berbagai negara. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui gejala dan cara menghindarinya.

Cacar monyet adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini pertama kali muncul pada tahun 1958 ketika dua wabah penyakit yang mirip dengan cacar menyerang kelompok kera.

Oleh karena itu, penyakit ini disebut juga cacar monyet atau "mpox" karena penyebabnya, yang membedakan cacar air dari cacar monyet.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global pada 2022 setelah kasus pertama kali ditemukan pada manusia di Kongo, Afrika, pada 1970.

Penularan Cacar Monyet

Virus monkeypox dapat menyebar ke siapa saja lewat beberapa cara ini :

- Bersentuhan dengan ruam, koreng, atau cairan tubuh penderita monkeypox
- Bersentuhan dengan benda, kain, atau permukaan yang terkontaminasi virus
- Berpelukan atau berciuman dengan penderita monkeypox
- Virus monkeypox dapat menular dari hewan ke manusia. Caranya dengan memakan daging hewan liar yang sering membawa virus ini, seperti tikus, tupai, monyet, kelinci, rusa, landak, dan anjing.

Gejala Cacar pada Monyet

Gejala penyakit cacar monyet dapat muncul dalam 1–2 minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh. Beberapa gejala penyakit cacar monyet meliputi:

- Menggigil demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Lemas
- Pembesaran kelenjar getah bening
- Sakit tenggorokan

Setelah dua hingga empat hari demam, mulai muncul ruam pada kulit yang menyerupai cacar air, yaitu lepuhan berisi cairan bening atau nanah. Ruam ini biasanya dimulai di wajah dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Berkat Pemberdayaan BRI, Usaha Klaster Jeruk Ini Makin Berkembang

Metode Pencegahan Cacar Monyet

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran cacar monyet. Bagaimana cara menghentikannya? Anda dapat mencegah cacar monyet dengan mengikuti tindakan berikut:

1. Jangan dekat dengan hewan yang mungkin membawa virus monkeypox

Hewan liar, seperti monyet, tikus, dan tupai, dapat membawa virus penyebab cacar monyet ke orang lain. Ini dapat menyebar melalui gigitan, cakaran, makan dagingnya, dan bersentuhan langsung dengan cairan tubuh atau darah hewan yang terinfeksi.

Untuk mencegahnya, hindari bersentuhan langsung dengan hewan-hewan tersebut, terutama jika mereka sakit atau tiba-tiba mati.

2. Hindari berhubungan langsung dengan pasien cacar monyet

Hindarilah berhubungan dengan pasien dengan gejala cacar monyet, seperti demam, sakit kepala, dan ruam dan bentol-bentol di kulit yang mengandung cairan atau nanah, untuk mencegah penularan cacar monyet.

Ini karena orang yang mengalami gejala cacar monyet dapat menularkan virus monkeypox kepada orang lain. Namun, gejala cacar monyet sebaiknya diisolasi mandiri di rumah atau di rumah sakit hingga kondisinya membaik.

3. Selalu cuci tangan

Cacar monyet antarmanusia dapat menular melalui kontak dekat atau secara tidak langsung; yang pertama adalah ketika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi virus monkeypox dan kemudian tidak mencuci tangannya. Virus juga dapat menyebar melalui cairan tubuh, seperti darah dan urine.

Disarankan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun setelah menyentuh benda-benda yang sering disentuh orang, seperti tombol lift atau gagang pintu. Anda juga harus mencuci tangan sebelum makan, menyentuh wajah, bepergian, dan berinteraksi dengan hewan.

4. Pakai masker

Jika Anda tidak sengaja menghirup percikan air liur penderita cacar monyet yang keluar saat mereka bicara, bersin, atau batuk, Anda berisiko tertular mpox.

Untuk mencegah penularan penyakit ini, pastikan untuk mengenakan masker yang benar-benar menutup mulut, hidung, dan dagu Anda saat keluar.

5. Masak makanan hingga matang

Saat mengolah makanan, terutama daging, masaklah sampai benar-benar matang. Melakukan ini tidak hanya menurunkan risiko penularan virus monkeypox, tetapi juga dapat mencegah infeksi bakteri dan parasit yang mungkin ada pada daging mentah.

6. Jangan terlibat dalam hubungan badan yang berisiko

Menghindari hubungan badan yang berisiko, seperti berhubungan dengan banyak pasangan, dan tidak menggunakan pengaman, adalah upaya lain untuk mencegah penularan.

Selain melakukan tindakan di atas, sangat disarankan untuk menghindari bepergian ke wilayah atau negara di mana tingkat kasus cacar monyet tinggi, seperti di Kongo atau wilayah Afrika bagian tengah dan sekitarnya.

Pemberiaan vaksin cacar monyet juga dapat mencegah monkeypox. Di Indonesia, vaksin JYNNEOS tersedia dalam dua dosis, dengan jarak antardosis empat minggu. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #virus #cacar monyet