Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Amalan yang Dianjurkan Pada Bulan Dzulhijjah : Keutamaan dan Ibadah Utama

Yosep Awaludin • Senin, 16 Desember 2024 | 09:55 WIB
Ilustrasi keutamaan dan amalan di Bulan Dzulhijjah.
Ilustrasi keutamaan dan amalan di Bulan Dzulhijjah.

RADAR BOGOR - Bulan Dzulhijjah, bulan terakhir dalam kalender Hijriah, termasuk salah satu dari empat bulan yang mulia atau dikenal dengan nama asyhurul hurum.

Dalam bulan Dzulhijjah ini terdapat banyak keistimewaan dan amalan yang sangat dianjurkan, yang bila dilaksanakan dengan ikhlas dan penuh kesungguhan, akan mendatangkan pahala besar.

Salah satu waktu yang paling dianjurkan untuk memperbanyak ibadah adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Bahkan, amal shalih di sepuluh hari pertama bulan ini disebut lebih mulia daripada jihad fi sabilillah.

Kali ini Rawda Travel Umroh Bandung akan berbagi wawasan tentang Amalan Yang Dianjurkan Pada Bulan Dzulhijjah.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Rasulullah SAW dalam sebuah hadits menyebutkan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah:

"Tidak ada hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah."

Para sahabat bertanya, "Tidak juga lebih mulia daripada jihad fi sabilillah?"

Rasulullah menjawab, "Tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya." (HR. Bukhari).

Hadis ini mengingatkan kita tentang pentingnya memperbanyak ibadah di bulan Dzulhijjah, yang merupakan waktu yang sangat mulia di hadapan Allah SWT.

Banyak amalan yang dapat dilakukan untuk memperoleh pahala besar, seperti puasa, zikir, shalat malam, dan berkurban.

Amalan Utama di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

1. Memperbanyak Zikir

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah berzikir. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar an-Nawawiyah menyebutkan bahwa memperbanyak zikir pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sangat disunnahkan.

Di antaranya adalah memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang menganjurkan untuk memperbanyak zikir dalam periode ini:

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR. Ahmad)

Hari Arafah (9 Dzulhijjah) menjadi waktu yang sangat istimewa untuk memperbanyak zikir. Pada hari ini, selain berzikir, umat Islam juga disarankan untuk berpuasa.

2. Berpuasa

Puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, terutama pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah, memiliki keutamaan yang besar. Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan untuk berpuasa pada hari-hari ini, terutama pada hari Arafah.

Diriwayatkan dalam hadits oleh Imam Tirmidzi bahwa puasa pada hari pertama Dzulhijjah setara dengan puasa selama setahun penuh.

“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

3. Shalat Malam (Tahajud)

Shalat malam pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, khususnya pada malam-malam hari Arafah, juga sangat dianjurkan.

Pahala yang diterima dari shalat malam ini setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. “Satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.” (HR. Tirmidzi)

4. Berkurban

Selain ibadah puasa, zikir, dan shalat malam, ibadah kurban pada hari raya Idul Adha juga merupakan amalan utama yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah.

Berkurban menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah dan mengikuti sunnah Nabi Ibrahim AS, yang menunjukkan ketaatan dan keikhlasan dalam beribadah.

Keutamaan Zikir pada Hari Arafah

Hari Arafah (9 Dzulhijjah) menjadi puncak dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan merupakan waktu yang sangat istimewa.

Pada hari ini, umat Islam disarankan untuk berpuasa dan memperbanyak zikir. Zikir di hari Arafah sangat disunnahkan karena merupakan waktu yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah melihat pada hari Arafah dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya."

Pada hari ini, kita dapat memohon ampunan Allah dan memperbanyak doa serta zikir untuk diri sendiri, keluarga, dan umat Islam seluruh dunia.

Penutup

Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Sepuluh hari pertama di dalamnya memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT.

Selain memperbanyak zikir, berpuasa, dan shalat malam, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk pengabdian dan rasa syukur kepada Allah.

Semoga kita bisa memanfaatkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah dengan amal shalih yang dapat mendatangkan pahala dan keridhaan Allah SWT.

Bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah umroh dengan pengalaman lebih bermakna, paket seperti Umroh Plus Turki Bandung dari Rawda Umroh dapat menjadi pilihan untuk menambah nilai spiritual sekaligus wisata religi. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Dzulhijjah #amalan