Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lima WNI Ditembak Petugas APMM Malaysia, Presiden Prabowo Subianto : Rakyat Kita Jangan Mau Dibohongi Sindikat

Yosep Awaludin • Jumat, 31 Januari 2025 | 09:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (31/12/2024).
Presiden Prabowo Subianto saat konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (31/12/2024).

RADAR BOGOR - Presiden Prabowo Subianto mengimbau para pekerja migran Indonesia (PMI) dan WNI untuk menghindari terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum.

"Saya mengingatkan untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum. Kalau nyelundup ke negara asing, risikonya negara asing akan bertindak," kata Presiden Prabowo Subianto usai memberikan pengarahan di rapim TNI-Polri di Tribrata Darmawangsa, Kamis (30/1/2025).

Presiden Prabowo Subianto juga meminta pekerja imigran Indonesia dan WNI untuk tidak mudah ditipu oleh kelompok penyelundupan dan meminta semua waspada.

"Jadi rakyat kita jangan mau dibohongi oleh sindikat-sindikat yang berjanji ini itu. Ya kita waspada, kita ingatkan, tapi kita juga yakin pihak Malaysia akan melakukan penyelidikan," kata Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, lima Warga Negara Indonesia (WNI) ditembak di Perairan Tanjung Rhu, Malaysia, oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM).

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memperkirakan bahwa kelima WNI itu masuk ke Malaysia melalui cara yang tidak sah atau ilegal.

Akibatnya, satu orang meninggal dunia, satu lainnya mengalami luka kritis, dan tiga lainnya terluka.

"Jadi kan ini di Perairan Tanjung Rhu, bisa jadi mereka tengah meninggalkan Malaysia, status mereka diduga unprocedural, atau dari Indonesia menuju Malaysia," kata Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#wni #presiden prabowo subianto #malaysia