RADAR BOGOR - Media sosial (Medsos) terkadang membuat seseorang lupa dengan segala hal, masalah tersebut menjadi sorotan Gubernur Jabar (Jawa Barat) terpilih Dedi Mulyadi.
Ya, Dedi Mulyadi menegaskan, guru diharapkan tidak melakukan kegiatan-kegiatan bermedia sosial di sekolah yang tidak ada kaitannya dengan Urusan pendidikan.
Misalnya, kata Dedi Mulyadi, guru tiba-tiba joget-joget di ruang kelas.
Bahkan, ada guru tiba-tiba memperlihatkan baju yang dipakainya.
Termasuk, memperlihatkan sepatu yang dipakainya dan memperlihatkan kecantikan yang ada dalam dirinya agar menarik perhatian warganet.
Dedi Mulyadi menilai, aksi tersebut tidak penting sebab seharusnya guru fokus saja pada apa yang menjadi kebutuhan dari para siswa.
Lebih lanjut ia mengatakan, guru sebaiknya memosting kegiatan siswa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan semakin merangsang siswa untuk kreatif di sekolahnya.
Selain itu, Dedi Mulyadi meminta agar guru tidak boleh dibebani berbagai aspek yang bersifat administratif yang membebani mereka sehingga sibuk membuat laporan dibanding dengan fokus untuk mengajar kepada siswanya.
Dedi Mulyadi menegaskan, akan menyiapkan tim untuk mendampingi guru-guru di setiap sekolah supaya aspek-aspek yang bersifat administratif untuk kenaikan golongan yang berdampak pada kenaikan tunjangan, gaji dan sejenisnya nanti Tim kepegawaian yang melakukan pengelolaan.
Menurut Dedi Mulyadi, guru difokuskan untuk mengajar tanpa berpikir apapun yang di luar kepentingan belajar mengajar. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim