RADAR BOGOR - SALAH satu hal krusial yang perlu diterapkan dalam program makan bergizi gratis (MBG) adalah substitusi dan variasi menu secara berkala.
Nah, tiap daerah di Indonesia memiliki potensi bahan pangan yang berbeda.
Karena itu, menurut Ketua Program Studi Gizi Universitas Aisyiyah, Jogjakarta, Agung Nugroho, penting untuk bijak dalam memilih bahan baku pangan sebagai menu.
”Idealnya bahan pangan lokal yang diutamakan, masing-masing daerah punya khas tersendiri,” katanya kepada Jawa Pos.
Menurut dia, itu penting dilakukan sebagai cara untuk mengantisipasi kelangkaan terhadap salah satu bahan makanan tertentu.
”Misalnya telur, kalau semua daerah serentak pakai telur dalam periode waktu lama, dikhawatirkan ada kelangkaan dan kekurangan produksi,” imbuhnya.
Idealnya, kata Agung, variasi menu bisa dilakukan dengan skema atau siklus 20 hari.
”Makin panjang siklus menunya, orang makin susah mengingat. Karena banyak variasi menu, walau bahan bakunya relatif sama,” ujarnya. (iza/c19/ttg)
Editor : Siti Dewi Yanti