Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jalan Nasional Jawa Tengah-Jogjakarta Sudah Siap 92,31 Persen, Menteri Agama Perintahkan Mobil Dinas Tidak Dipakai Mudik

Siti Dewi Yanti • Selasa, 18 Maret 2025 | 06:28 WIB
Menteri Agama, Nasaruddin Umar ingin pemudik beristirahat nyaman di masjid.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar ingin pemudik beristirahat nyaman di masjid.

RADAR BOGOR – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mematangkan infrastruktur pendukung arus mudik Lebaran 2025.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo memastikan, kesiapan jalan nasional di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) telah mencapai angka 92,31 persen.

Dody menekankan, pencapaian itu merupakan buah dari kerja keras dan sinergi lintas instansi.

’’Panjang total jalan nasional yang kami tangani di Jateng dan DIJ mencapai 1.887,29 km. Dari panjang itu, 92,31 persennya sudah berstatus mantap. Artinya, rute-rute utama mudik sudah optimal untuk dilalui,” tuturnya.

Capaian itu juga tecermin dari data BBPJN. Yakni, di Provinsi Jateng, panjang jalan 1.580,95 km dengan kemantapan 91,28 persen.

Lalu, di Provinsi DIJ, panjang jalan 306,34 km dengan kemantapan 97,65 persen.

Menurut dia, pemeliharaan rutin jalan seperti penambalan lubang dan perbaikan drainase terus diakselerasi agar siap menghadapi curah hujan serta lonjakan volume kendaraan saat arus mudik.

”Dari total 21.476 lubang yang terdeteksi sejak 1 Januari 2025, sebanyak 20.649 telah diperbaiki, menyisakan 827 lubang yang ditarget rampung sebelum H-10 Lebaran,” jelasnya.

Menteri PU juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati di titik rawan kecelakaan.

Di Jateng tercatat 23 titik rawan, sedangkan di DIJ ada 7 titik.

”Walaupun jalannya mantap, kalau pengguna tidak waspada ya bisa bahaya juga. Kami sudah pasang rambu-rambu tambahan di sana, tapi tetap perlu kesadaran penuh dari pengendara,” ungkapnya.

Dia menyatakan, tim pemantau jalan akan disebar di sepanjang jalur utama dan jalur alternatif.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau pejabat tidak menggunakan fasilitas negara saat momen mudik.

Pesan tersebut tidak hanya untuk di Kemenag, tetapi juga institusi pemerintahan secara umum.

”Kalau pulang kampung, gunakan kendaraan pribadi saja,” ucapnya.

Nasaruddin menjelaskan, sejak awal menjadi pejabat negara, dirinya telah menyatakan tidak akan menggunakan fasilitas negara untuk keperluan pribadi.

Termasuk mobil dan rumah dinas. Dia mengatakan sudah 12 tahun jadi pejabat di Kemenag.

Mulai Dirjen Bimas Islam, wakil menteri agama, sampai sekarang menteri agama.

”Saya selalu berhati-hati dalam menggunakan fasilitas negara. Seperti tidak menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, termasuk membawa keluarga atau saudara,” ujarnya.

Bahkan dia memilih tidak tinggal di rumah dinas karena khawatir tamu-tamu pribadinya menggunakan fasilitas negara seperti listrik dan air.

Pada bagian lain, Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur saat rapat dengan Komisi VI DPR, Senin (17/3) menjelaskan berbagai langkah yang telah disiapkan untuk mendukung perjalanan para pemudik.

Mulai memperketat standard operating procedure (SOP) hingga penambahan sarana pengatur lalu lintas seperti rambu, lampu, dan markah jalan.

”Kami juga menyiagakan kendaraan layanan lalu lintas seperti derek dan crane per kilometer untuk meminimalkan gangguan lalu lintas,” jelasnya.

Dalam hal pengawasan, Jasa Marga akan melakukan safety patrol setiap 30 menit untuk memastikan situasi lalu lintas tetap aman dan terkendali.

Di samping itu, teknologi canggih juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pengaturan lalu lintas.

”Kami telah menyiapkan 36 unit CCTV untuk mendeteksi insiden secara real-time. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan BMKG untuk memberikan informasi cuaca yang dapat memengaruhi kondisi lalu lintas,” ungkap Subakti. (idr/wan/lyn/oni)

Editor : Siti Dewi Yanti
#bogor #jogjakarta #mudik #jawa tengah