RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberlakukan penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor tahun 2024 hingga tahun-tahun sebelumnya.
Akibatnya, Kantor Samsat termasuk Kota Sukabumi diserbu warga yang ingin membayar tunggakan pajak pada Minggu (23/3/2025) lalu.
Disaksikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, wajib pajak membludak mendatangi Kantor Samsat Kota Bekasi sejak pukul 6 pagi.
Saat mengawal proses pembayaran tunggakan pajak, seorang warga berteriak kepada Dedi Mulyadi.
"Buka Pak, loketnya, udah ngantri ni Pak," teriak warga berjenis kelamin pria.
Mendengar teriakan tersebut, Gubernur Jawa Barat menanyakan soal loket pembayaran.
"Memang tutup," tanyanya.
Warga tersebut menegaskan dirinya sudah ikut mengantri sejak pukul 6 pagi.
"Tutup Pak, nunggu dari jam 6," tambahnya.
Warga yang lain ketakutan jika tidak bisa membayar tunggakan pajak karena Kantor Samsat tutup lebih awal.
"Nanti engga keburu lagi, soalnya tutup jam 2," ungkapnya.
Salah seorang petugas Kantor Samsat Kota Bekasi menjelaskan, loket ditutup karena waktunya beribadah.
"Sholat dulu Pak, nanti dilanjut lagi," imbuhnya.
Kepala Samsat Kota Bekasi, Asep Gunawan memaparkan, warga yang datang mencapai dua kali lipat dari biasanya.
"Hari ini udah dua kali lipat Pak dari biasanya, sudah 3.500. Jadi antrian pasti panjang," sebutnya.
Merespon wajib pajak yang datang cukup banyak, Dedi Mulyadi mengatakan, lebih baik daripada nunggu.
"Daripada nunggu Bapak nungguin yang bayar pajak, lebih baik mengantri," tambahnya.
Dedi juga minta maaf kepada warga yang harus mengantri lama dan tidak bisa menunggu dengan nyaman.
"Mohon maaf ya, kalau tidak nyaman. Yang antrinya banyak banget," ungkapnya.
Di kanal youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, terlihat warga memenuhi Kantor Samsat Kota Bekasi untuk memperpanjang pajak kendaraan bermotor.
Editor : Siti Dewi Yanti