Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Bayar Kuli Rp250 Ribu untuk Berhenti Kerja, Dedi Mulyadi: yang Salah Pemerintahnya

Siti Dewi Yanti • Minggu, 30 Maret 2025 | 08:09 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membayar pekerja bangunan Eiger Camp Rp250 ribu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membayar pekerja bangunan Eiger Camp Rp250 ribu

RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membongkar objek wisata Hibisc Puncak Bogor karena melanggar aturan.

Kali ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Barat menyegel bangunan Eiger Camp yang berada di lokasi Kaki Gunung Burangrang Situ Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Penyegelan objek wisata tersebut juga disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ia mengatakan, jika satu bangunan sudah berdiri, maka akan ada bangunan lainnya.

"Di Kaki Gunung Burangrang Situ Lembang, ini kan kalau satu muncul, nanti engga tertahan lagi seperti di Lembang lagi," tambah Dedi.

Menurutnya, jika sudah banyak bangunan, suhu akan meningkat, dan berpengaruh terhadap produksi bunga.

"Jadi, kalau puncaknya sudah diambil begini, itu nanti panasnya ningkat. Kalau panasnya ningkat, suhunya ningkat, jangan harap ke depan tukang bunga di sini, bunganya bisa baik," sebut Dedi Mulyadi.

Kepada para pekerja bangunan yang tengah membangun Eiger Camp, ia menyampaikan, pengusaha tidak bersalah.

"Saya tahu bapak semuanya kuli, Yang salah bukan bapak bukan pengusaha, yang salah pemerintahnya," tandas mantan Bupati Purwakarta dua periode ini.

Ia meminta agar semua pekerja berhenti melakukan tugasnya.

"Ayo Pak, jangan ada saya berhenti, kemudian engga ada saya, jalan lagi," tutur Dedi.

Gubernur Jawa Barat menuturkan, akan ada penggantian upah bekerja.

"Upah hari ini saya ganti, bapak kerja sehari satu orang dibayar berapa," ucapnya.

Urung dijawab, Dedi Mulyadi kembali menanyakan upah pekerja bangunan.

"Bapak sehari dibayarnya berapa? Bapak digajinya sehari sebagai kuli berapa?" tanyanya.

Setelah dijawab, Dedi akan membayarkan upah bekerja karena tidak ingin membuat orang lain susah.

"Dua hari saya bayar, hari ini dan besok. Saya kasih Rp250 ribu, saya engga akan menyusahkan rakyat," ungkapnya.

Dedi menjabarkan, pembayaran Rp250 ribu untuk upah bekerja dua hari agar tidak ada kerugian.

"Saya kasih Rp250 ribu, hari ini dan besok libur kan. Karena Senin lebaran, jadi saya kasih Rp250 per orang. Saya ganti biar bapak engga rugi," jelasnya.

Gubernur Jawa Barat membeberkan, akan membicarakan soal bangunan Eiger Camp dengan pihak-pihak yang berwenang.

"Nanti kan habis lebaran, kan libur dulu, nanti kita bicara dulu dengan pengusaha dengan pemerintah kabupaten," ujarnya.

Dedi menjelaskan, penyegelan dilakukan untuk kepentingan masyarakat Jawa Barat.

"Kan saya melakukan ini bukan untuk saya, saya melakukan ini untuk kepentingan masyarakat Lembang, masyarakat Jawa Barat ke depan," tandasnya.

Dedi mengungkapkan, dana yang dikeluarkan karena bencana di Jawa Barat cukup besar.

"Kalau giliran sudah ada musibah banjir, longsor, triliunan Pak dikeluarin," sebutnya.

Mantan anggota DPR RI tersebut menjabarkan biaya yang harus dikeluarkan untuk modifikasi cuaca.

"Saya ngalamin sekarang Pak, duit pemerintah harus modifikasi cauaca berapa miliar. Harus keruk sungai, berapa miliar," tegasnya.

Dedi Mulyadi pun menyerahkan uang tunai Rp10 juta untuk dibagikan kepada pekerja bangunan.

"Sepuluh juta bagi ke orangnya, ambil aja, mereka rakyat kecil engga tahu apa-apa," pungkasnya.

Sementara itu, pihak Eiger Camp yang diwakili oleh Penyusun Dokumen Amdal dari PT Mitra Reka Buana, Jemy Septendi mengatakan, dokumen sudah lengkap.

Kepada wartawan, ia menyampaikan, dokumen Analisis Dampak Mengenai Lingkungan (Amdal) dan Analisis Dampak Lingkungan (Andal) Eiger Camp sudah lengkap.

Jemy menyatakan, penyegelan terjadi karena adanya kesalah-pahaman dengan Satpol PP Jawa Barat.

 

Editor : Siti Dewi Yanti
#Eiger Camp disegel #dedi mulyadi #gubernur jawa barat