RADAR BOGOR—Korlantas Polri tengah berusaha sebaik mungkin untuk mempersiapkan puncak arus balik Lebaran 2025, yang akan berlangsung dari 5-7 April.
Sebanyak 2,1 juta kendaraan diperkirakan melakukan arus balik ke Jakarta dan wilayah sekitarnya, berdasarkan data kendaraan arus balik.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa untuk mencegah kemacetan yang panjang selama puncak arus balik Lebaran 2025, diperlukan penguraian jalur lalu lintas.
Karena itu, rekayasa lalu lintas harus disiapkan. "Kami telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran 2022," kata Irjen Agus Jumat (4/4/2025).
Selain itu, dia menegaskan bahwa mereka telah menyusun rencana untuk rekayasa lalu lintas untuk arus balik Lebaran 2025, yang akan memastikan arus balik berjalan lancar, aman, dan tertib.
"Bapak Kapolri memerintahkan kepada kami untuk merumuskan cara bertindak pada saat arus balik. Tentunya kita harus melakukan langkah-langkah strategis bekerja sama dengan semua stakeholder, kaitannya dengan tata kelola rekayasa lalu lintas," jelasnya.
Rekayasa lalu lintas satu arah atau one way secara nasional akan diberlakukan mulai 6 April 2025, dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung.
Jika volume kendaraan meningkat, strategi selanjutnya adalah menggunakan contraflow. Kontraflow ini direncanakan untuk digunakan mulai dari Km 70 hingga Km 47 Tol Jakarta-Cikampek, dan jika diperlukan, dapat diperpanjang hingga Km 36.
Penggunaan jalan tol fungsional adalah langkah berikutnya yang direncanakan Korlantas. Untuk membantu mengurangi kepadatan arus balik dari Bandung, Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan akan dioperasikan sepanjang 30 kilometer dari Sadang hingga Cibatu.
Korlantas akan memperpanjang one way lokal tahap dua lagi jika terjadi bangkitan arus yang cukup besar. Dimulai di KM 246 dan berakhir di KM 188.
"Tentunya ini nanti akan melihat parameter-parameter yang belakangan bangkitan arusnya seperti apa sehingga kita lakukan langkah-langkah yang tepat baik untuk menganalisa di arteri atau jalan nasional, karena diberlakukan one way di non tol harus kita kelola dengan baik," katanya. (***)
Editor : Yosep Awaludin