Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Soroti Dinas Ini karena Banyak Anak-Anak yang Tidak Diperhatikan
Ahmad Susandi• Rabu, 9 April 2025 | 16:20 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu dengan jajaran Dinas PPPAKB Kota Bandung.
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bandung.
Dedi Mulyadi merasa heran kepada kinerja Dinas DP3AKB yang kurang memperhatikan anak-anak. Ia lantas mempertanyakan kenapa masih banyak anak-anak dijalanan yang diperbudak oleh orang tuanya.
Anak-anak masih banyak di perempatan, mereka masih minta-minta, putus sekolah dan lain-lain. Pihak DP3AKB tersebut mengaku tidak membiarkan dan telah menjalin kerja sama.
Dedi Mulyadi menilai tidak ada tindakan apapun untuk menangani anak-anak yang putus sekolah.
Ia menyindir DP3AKB tersebut bekerja terlalu administratif dan menginginkan agar dinas tersebut bekerja secara teknis langsung ke lapangan untuk menangani masalah anak-anak ini.
Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa gubernur sudah memberi contoh dan dimohon untuk melakukan hal yang sama.
"Malu pak, bahwa ada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak, tapi aya budak leutik di kolong jembatan di antep" kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ujarnya dalam video yang diunggah di Instagram @dedimulyadi71.
Kemudian, Dedi mengatakan bahwa kalau masih tidak ada tindakan, maka akan ditutup dinasnya. Ia pun berharap di Kota Bandung tidak ada anak-anak yang minta-minta lagi di jalanan, kalau tidak ada tindakan dari dinasnya maka akan ditutup DP3AKB tersebut.
Lalu, Dedi Mulyadi juga menuturkan bahwa semua pegawai DP3AKB ini harus turun semua ke bawah, bawa semua anak-anak yang di jalanan dan harus ditindak langsung.
Ia pun tidak mau dinas yang ada di Provinsi Jawa Barat bekerja terlalu teoritis dan berharap semua dinas bekerja secara taktis.***