RADAR BOGOR - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH di wilayah Jawa Timur patut berbahagia karena hari ini dilaporkan bahwa bonus PKH Plus sebesar Rp500.000 mulai dicairkan secara merata di berbagai titik.
Selain itu, kabar baik juga datang untuk KPM bansos PKH dan BPNT di seluruh Indonesia, yang mana pencairan BPNT gelombang kedua juga terpantau mulai disalurkan hari ini.
Penerima bansos diimbau untuk segera mengecek kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) KPM dari Bank BRI, BNI, Mandiri, dan juga Bank Syariah Indonesia (BSI).
Informasi menggembirakan bagi KPM di Jawa Timur, khususnya mereka yang telah diusulkan oleh pemerintah daerah setempat, adalah dicairkannya bonus PKH Plus sebesar Rp500.000 pada hari ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui berbagai sumber informasi mengumumkan pencairan ini di beberapa desa, termasuk Benculuk, Saten, Segobang, Labanasem, Sukorejo, Kebaman, Kepundungan, Ringin Agung, dan Temurejo.
Bantuan PKH Plus senilai Rp500.000 per tahap ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi para penerima.
Penyaluran dilakukan secara bertahap, dan bagi wilayah lain di Jawa Timur yang belum menerima, diharapkan pencairan akan menyusul hingga tanggal 5 (kemungkinan merujuk pada tanggal berikutnya dalam periode pencairan).
Metode pencairan bonus ini dilakukan melalui dua cara, yaitu pengambilan langsung di Bank Jatim atau melalui titik komunitas seperti kantor desa atau kelurahan. Total bantuan PKH Plus yang akan diterima KPM hingga akhir Desember 2025 diperkirakan mencapai Rp2 juta.
Selain kabar baik dari Jawa Timur, pencairan BPNT gelombang kedua juga dilaporkan mulai merata pada hari ini. Perlu dipahami bahwa "gelombang kedua" untuk BPNT ini merujuk pada penyaluran susulan untuk periode tahap 1 (Januari, Februari, Maret 2025), bukan tahap kedua PKH.
Jadwal resmi untuk PKH tahap kedua adalah bulan April, Mei, dan Juni 2025. Saat ini, pemerintah sedang melakukan proses verifikasi dan validasi data melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Survei Nasional Sosial Ekonomi (Susenas) kepada sekitar 12,2 juta KPM. Diharapkan, mereka yang lolos verifikasi akan segera menerima pencairan PKH tahap kedua.
Bagi KPM yang belum menerima BPNT pada tahap pertama, dihimbau untuk secara berkala mengecek status pencairan pada hari ini untuk gelombang kedua.
Diketahui, ahampir 98 persen KPM telah menerima pencairan tahap pertama, dan sisanya masih dalam proses Surat Perintah Membayar (SPM) atau Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Jika status di sistem sudah menunjukkan tahapan SI (kemungkinan Sistem Informasi), maka dana diperkirakan akan cair dalam 1 hingga 3 hari kerja.
Selain PKH Plus dan BPNT, berbagai bantuan sosial lainnya juga terpantau dicairkan hari ini di berbagai wilayah Indonesia. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Lanjut Usia (ATENSI) dengan nominal Rp400.000, serta BLT Dana Desa juga dilaporkan mulai disalurkan.
Penerima yang merasa memenuhi syarat untuk bantuan-bantuan tambahan ini dihimbau untuk secara berkala mengecek status pencairan melalui kanal resmi masing-masing program, seperti aplikasi PIP Kemendikbud untuk BLT PIP.
Pemerintah juga telah mengumumkan potensi adanya bantuan sosial tambahan seperti bantuan beras 10 kg dan BLT Badan Pusat Statistik (BPS), yang diharapkan dapat segera dicairkan untuk menambah manfaat bagi KPM PKH dan BPNT.
Para penerima manfaat dihimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait pencairan bansos dan segera melakukan pengecekan saldo kartu KKS mereka.
Jika terdapat pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi pendamping sosial masing-masing. Diharapkan seluruh bantuan sosial yang disalurkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.***