RADAR BOGOR – Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya video yang menjelaskan adanya pemasangan eskalator di Candi Borobudur, warisan budaya dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Video tersebut memicu reaksi publik yang khawatir akan pelestarian dan keaslian situs bersejarah tersebut. Namun, kabar tersebut segera diklarifikasi oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun Instagram resmi @dpr_ri, Fadli Zon menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar. Ia menyebut kabar tentang pemasangan eskalator sebagai hoaks.
“Jadi ini juga berita hoaks, tidak ada pemasangan eskalator. Bahkan dalam video yang viral itu disebut pemasangan excavator, ya. Jadi tidak ada pemasangan eskalator di sana,” ujar Fadli Zon.
Fadli kemudian menjelaskan bahwa yang sebenarnya dipasang di area Candi Borobudur adalah chairlift, yakni alat bantu mobilitas vertikal bagi penyandang disabilitas, lansia, atau pengunjung dengan kebutuhan khusus.
Pemasangan alat tersebut, menurutnya, dilakukan demi alasan inklusivitas dan telah menjadi praktik umum di berbagai situs warisan dunia.
“Yang ada di sana pemasangan semacam stair lift, Pak. Stair lift itu untuk inklusivitas. Itu di seluruh situs dunia sudah dipasang. Di Sistine Chapel sudah ada, di Angkor Wat sudah ada, di Acropolis di Athena juga sudah ada. Itu semua ada dan tidak merusak situs, justru itu sangat ketat sekali soal itu,” katanya.
Pernyataan Fadli Zon ini memperkuat komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian situs budaya dengan aksesibilitas bagi semua kalangan.
Ia juga menekankan bahwa prosedur pelestarian tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian fasilitas di kawasan cagar budaya.
Sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan sekaligus situs bersejarah yang diakui UNESCO, Candi Borobudur memang kerap menjadi perhatian nasional dan internasional.
Oleh karena itu, klarifikasi dari pejabat terkait sangat penting untuk meredam kesimpangsiuran informasi yang dapat memicu polemik.***
Editor : Eli Kustiyawati