Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jangan Bingung! Ini Tanda Bansos PKH-BPNT Sudah Cair dan Cara Cek Saldo di ATM dan Online

Ira Yulia Erfina • Sabtu, 5 Juli 2025 | 05:30 WIB
Penyaluran Bansos Desa Margajaya, Ciamis
Penyaluran Bansos Desa Margajaya, Ciamis

RADAR BOGOR – Informasi tentang ciri-ciri bansos PKH dan BPNT yang sudah cair atau belum sangat penting diketahui oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), apalagi saat ini pencairan tahap 3 sedang berlangsung di berbagai daerah.

Meskipun status kepesertaan di situs resmi Kementerian Sosial menyatakan “aktif”, banyak warga yang masih bingung apakah bansos sudah masuk ke rekening atau belum.

Hal ini disebabkan oleh sistem penyaluran bansos yang dilakukan secara bertahap dan tidak selalu disertai pemberitahuan langsung kepada penerima.

Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara memastikan bahwa dana bantuan benar-benar telah cair.

Salah satu cara utama untuk mengecek status bansos adalah melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi “Cek Bansos” yang dapat diunduh secara gratis.

Pada platform ini, KPM dapat memasukkan data seperti nama, wilayah, dan nomor NIK untuk melihat apakah mereka termasuk penerima bansos pada tahap berjalan.

Jika status tertulis “aktif”, itu artinya secara administratif warga tersebut masih tercantum sebagai penerima.

Namun, status ini belum menjamin bahwa dana sudah ditransfer ke rekening KKS milik penerima.

Konfirmasi paling valid atas pencairan bansos adalah dengan mengecek langsung saldo pada kartu KKS.

Cek saldo dapat dilakukan melalui ATM bank Himbara, mesin EDC di kantor pos, atau melalui aplikasi mobile banking apabila tersedia.

Jika saldo menunjukkan adanya dana masuk sesuai besaran bansos, maka bansos dinyatakan telah cair.

Sebaliknya, jika saldo masih nol meskipun status aktif, maka kemungkinan besar dana belum masuk karena wilayah tersebut belum mendapat giliran distribusi atau masih dalam proses administrasi.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa pengalaman warga yang status bansosnya aktif selama bertahun-tahun, namun belum pernah menerima bantuan.

Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti rekening yang bermasalah, kesalahan data, atau belum masuk ke gelombang penyaluran aktif.

Di sisi lain, ada juga penerima baru yang langsung menerima dana karena distribusi sedang berlangsung di daerahnya.

Oleh karena itu, penting bagi setiap KPM untuk selalu melakukan pengecekan rutin secara mandiri tanpa hanya mengandalkan pemberitahuan dari pendamping sosial.

Pendamping sosial memang berperan penting dalam memastikan validitas data dan pendampingan teknis, tetapi mereka tidak selalu bisa memastikan kapan dana masuk ke rekening karena wewenang distribusi ada di pusat dan bank penyalur.

Jika setelah beberapa waktu dana tak kunjung cair meskipun status aktif, masyarakat disarankan untuk segera melapor ke pendamping atau kantor desa.

Dari sana, keluhan akan diteruskan ke Dinas Sosial kabupaten/kota agar dilakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kendala yang dialami.

Dengan memahami ciri-ciri bansos sudah cair atau belum, masyarakat dapat lebih proaktif dan tidak bingung menghadapi keterlambatan pencairan.

Kombinasi antara pengecekan online melalui situs Kemensos dan pengecekan saldo riil melalui ATM menjadi cara paling akurat untuk memastikan status bansos.

Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi tidak resmi dan tetap menggunakan kanal resmi untuk memverifikasi data.

Kewaspadaan dan ketelitian dalam proses pencairan ini menjadi langkah penting agar bantuan sosial benar-benar sampai kepada yang berhak.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #bansos #pencairan #pkh