RADAR BOGOR – Menteri Agama Nasaruddin Umar membagikan perkembangan terbaru terkait rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah, Arab Saudi.
Dalam pernyataannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa proyek tersebut kini telah memasuki tahap awal berupa penyusunan rancangan desain kawasan.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam kegiatan workshop persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi yang digelar di Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi.
Selain itu, turut hadir para anggota asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) serta sejumlah awak media.
Dikutip Radar Bogor dari kemenag.go.id pada 7 Agustus 2025, dalam kesempatan ini Nasaruddin menjelaskan bahwa proyek Kampung Haji merupakan salah satu inisiatif strategis yang saat ini sedang dalam pengawasan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Komunikasi antara Indonesia dan pihak Arab Saudi juga terus dilakukan secara intensif demi mempercepat realisasi pembangunan kawasan yang diperuntukkan bagi para jemaah asal Indonesia ini.
“Insyaallah dalam minggu ini kami akan melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh dan pihak yang telah ditunjuk langsung oleh Presiden untuk bersama-sama menyusun rancangan awal desain Kampung Haji Indonesia di Makkah,” ujar Menag Nasaruddin Umar di hadapan peserta workshop, Selasa, 5 Agustus 2025, yang dilansir dari kemenag.go.id.
Lebih lanjut, Menag Nasaruddin Umar juga memberikan gambaran tentang kompleksitas dalam menyelenggarakan ibadah haji bagi jemaah asal Indonesia, khususnya dalam hal pelayanan.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.
Dengan kuota yang mencapai lebih dari 200 ribu orang setiap tahunnya, tantangan dalam memberikan pelayanan yang memadai sangat besar dan membutuhkan perencanaan yang matang.
Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa para jemaah Indonesia tersebar di wilayah geografis yang sangat luas, mencakup lebih dari 17.000 pulau serta ribuan desa dan kecamatan di seluruh penjuru Tanah Air.
Dalam konteks ini, membangun sistem komunikasi dan koordinasi yang efektif menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus ditangani setiap musim haji.
“Bayangkan saja bagaimana cara kita menghubungi dan melayani ratusan ribu jemaah yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini bukan perkara mudah,” ujar Menag Nasaruddin Umar yang dilansir dari kemenag.go.id.
Adapun workshop ini tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi dan pengalaman, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan otoritas haji Arab Saudi.
Diharapkan, melalui forum ini, kedua belah pihak bisa semakin menyatukan visi dan strategi dalam rangka memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Kampung Haji Indonesia di Makkah sendiri dirancang sebagai kawasan terpadu yang diharapkan dapat memfasilitasi berbagai kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Tidak hanya sebagai tempat tinggal, kawasan ini juga diupayakan menjadi pusat pelayanan dan informasi yang akan mendukung mobilitas dan kenyamanan jemaah Indonesia selama menjalankan ibadah haji.
Menag Nasaruddin Umar menutup sambutannya dengan harapan besar agar sinergi antara Indonesia dan Arab Saudi terus diperkuat sehingga ke depan pelaksanaan haji dapat dilakukan dengan kualitas pelayanan yang semakin baik dan efisien.
Selain itu, proyek Kampung Haji diharapkan menjadi salah satu legacy penting dalam sejarah pelayanan haji nasional.***
Editor : Eli Kustiyawati