Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi Hingga Sepekan ke Depan, Begini Penjelasan BMKG

Yosep Awaludin • Senin, 11 Agustus 2025 | 10:38 WIB
Ilustrasi curah hujan tinggi masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Ilustrasi curah hujan tinggi masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek.

RADAR BOGOR—BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrim dan bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan ini disampaukan BMKG setelah melihat peningkatan curah hujan yang signifikan di beberapa wilayah Indonesia sejak awal Agustus 2025.

Menurut Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, sejumlah provinsi di Indonesia telah terkena hujan dengan intensitas tinggi.

Curah hujan di Bengkulu mencapai 160,8 mm/hari pada 1 Agustus 2025, Maluku mencapai 203,5 mm/hari pada 3 Agustus, Sumatra Barat mencapai 176,5 mm/hari pada 8 Agustus, dan Jawa Barat mencapai 254,7 mm/hari pada 9 Agustus, menurut data.

Selain itu, Kalimantan Barat, Papua Tengah, Jakarta, Banten, Jambi, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tenggara juga terkena hujan lebat.

Ia menyatakan bahwa fenomena ini sejalan dengan perkiraan BMKG tentang peningkatan curah hujan pada awal bulan.

Menurut Guswanto, sejumlah fenomena atmosfer yang berbeda berkontribusi pada peningkatan curah hujan tersebut.

Gelombang atmosfer, pengaruh tidak langsung dari bibit siklon tropis 90S dan 96W, sirkulasi siklonik, perlambatan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia, dan Madden-Julian Oscillation (MJO)

Menurut Andri Ramdhani, Direktur Meteorologi Publik BMKG, indeks dipole mode yang saat ini bernilai negatif juga berkontribusi. Kondisi ini menunjukkan bahwa massa udara mengalir ke Indonesia dari Samudra Hindia.

Semua komponen dinamika atmosfer tersebut menyebabkan awan hujan yang sangat besar, yang dapat menyebabkan hujan lebat bersama dengan kilat, petir, dan angin kencang.

Andri mengatakan bahwa sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua mungkin mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, lengkap dengan kilat/petir dan angin kencang antara 11 dan 13 Agustus 2025.

Antara 14 dan 16 Agustus 2025, intensitas hujan diproyeksikan menurun, tetapi hujan lebat masih dapat terjadi di Bengkulu, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.

Untuk saat ini, angin kencang diperkirakan akan terjadi di Aceh, Banten, Jawa Barat, Bali, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Ini dapat menyebabkan gelombang laut tinggi di daerah sekitarnya.

Peningkatan curah hujan ini dapat memengaruhi sektor pertanian, terutama di beberapa wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatra Selatan. BMKG mengingatkan bahwa ini dapat mengganggu proses panen dan tanam.

Petani harus menghindari penanaman di daerah rendah yang rawan tergenang dan memperkuat saluran air dan drainase.

Sebaliknya, daerah NTB dan NTT yang lebih kering dianggap sesuai untuk pengeringan hasil panen.

Sebagian besar aktivitas pariwisata, termasuk lokasi pegunungan dan air terjun, diharapkan akan mengalami peningkatan curah hujan, jadi pengunjung harus waspada terhadap hujan lebat dan kabut tebal.

Wisatawan ke pantai selatan Jawa dan Bali harus berhati-hati terhadap gelombang tinggi dan angin kencang, yang dapat membahayakan mereka. Sebaiknya tunda aktivitas laut seperti snorkeling dan surfing.

Bepergian di jalur darat harus waspada terhadap risiko jalan licin dan longsor, terutama di daerah pegunungan yang curah hujan tinggi.

Disarankan agar nelayan dan operator kapal tetap waspada terhadap peringatan BMKG karena peningkatan tinggi gelombang dapat berdampak pada beberapa wilayah perairan.

Terutama Samudra Hindia Barat Sumatera, Perairan Selatan Jawa dan Bali, Perairan Selatan Lombok hingga Pulau Sumba.

Selain itu, awan Cumulonimbus dan awan konvektif lainnya berpotensi menyebabkan turbulensi dan gangguan penerbangan di Sumatra, Banten, Jawa Barat, Selat Karimata, Laut Natuna, Kalimantan, Selat Makassar, dan Papua. (***)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#cuaca ekstrem #Hidrometeorologi #bmkg