RADAR BOGOR — Kabar gembira datang bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Pada Senin malam, 14 Oktober 2025, sejumlah penerima bantuan sosial (bansos) melaporkan bahwa bantuan PKH dan BPNT mulai masuk ke rekening mereka.
Fenomena ini menimbulkan kehebohan di berbagai daerah karena pencairan terjadi secara mendadak, bahkan sebagian dilakukan pada malam hari.
Informasi yang beredar menunjukkan bahwa dana bantuan masuk melalui rekening KKS Bank BNI dan Bank Mandiri, dengan nominal bervariasi mulai dari Rp600.000 hingga Rp1.780.000.
Sejumlah bukti transaksi yang tersebar menunjukkan waktu pencairan antara pukul 18.30 hingga 19.00 WIB.
Masyarakat sempat menduga bahwa pencairan tersebut merupakan bagian dari tahap keempat untuk periode Oktober–Desember 2025.
Namun, berdasarkan penjelasan yang beredar di berbagai grup dan komunitas penerima bansos, pencairan tersebut ternyata masih termasuk tahap ketiga susulan.
Bantuan ini diberikan kepada penerima yang sebelumnya belum sempat mendapatkan pencairan pada gelombang sebelumnya.
Diketahui pula bahwa sejumlah agen penyalur menghadapi kendala teknis berupa gangguan jaringan pada mesin EDC utama, sehingga sebagian penerima menggunakan mesin cadangan untuk melakukan transaksi.
Meski demikian, proses penarikan tunai tetap berjalan lancar dan dana berhasil diterima oleh penerima manfaat.
Di wilayah Tulang Bawang, Lampung, tercatat ada penerima yang mendapatkan bantuan dengan nominal cukup besar, yaitu Rp1.780.000.
Jumlah tersebut diduga berasal dari kategori bantuan PKH lansia atau penerima dengan tanggungan khusus.
Beberapa penerima lain mencatatkan saldo sebesar Rp720.000 dan Rp1.300.000, sesuai dengan ketentuan program bantuan masing-masing.
Pihak pendamping sosial di lapangan menjelaskan bahwa penyaluran ini merupakan pembersihan data dan pencairan susulan tahap 3 yang sempat tertunda.
Kementerian Sosial masih berupaya menuntaskan seluruh pencairan tahap sebelumnya agar tidak menumpuk dengan periode baru.
Setelah proses tahap 3 selesai, pemerintah akan mulai melaksanakan pencairan tahap 4 yang mencakup bulan Oktober, November, dan Desember.
Proses verifikasi dan validasi data penerima disebut menjadi penyebab keterlambatan di beberapa wilayah.
Warga diimbau untuk tidak terburu-buru menarik dana apabila saldo belum muncul, karena proses transfer dilakukan secara bertahap sesuai bank penyalur dan wilayah.
Pemerintah juga meminta agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi hoaks mengenai jadwal pencairan yang belum resmi diumumkan.
Fenomena pencairan malam hari ini menjadi bukti bahwa sistem distribusi bansos kini lebih cepat dan fleksibel.
Pemerintah terus berupaya memastikan agar seluruh keluarga penerima manfaat dapat menerima haknya sebelum akhir tahun 2025.
Dengan masuknya bantuan tersebut, masyarakat berharap dapat sedikit terbantu menghadapi kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
Banyak penerima menyebut bahwa bantuan ini akan digunakan untuk membeli kebutuhan pangan, membayar biaya sekolah anak, serta menutupi pengeluaran rumah tangga lainnya.***
Editor : Eli Kustiyawati