RADAR BOGOR - Erupsi Gunung Semeru kembali meninggalkan duka bagi warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
SDN Supiturang 02, tempat puluhan siswa menimba ilmu kini rata dengan tanah setelah diterjang lahar dingin pada Rabu (19/11).
Bangunan sekolah yang sebelumnya berdiri kokoh itu hanya menyisakan pondasi, batu-batu besar, dan puing berserakan.
Sobri dan Sifa, siswa kelas 5, menjadi dua dari banyak anak yang kemarin (21/11) menatap kosong sisa-sisa ruang kelas mereka.
Sobri menunjukkan lokasi kelas lamanya yang kini tertutup batu besar.
Para siswa lain juga berjalan mengelilingi area sekolah sambil mengenang bangunan yang sudah tidak ada, dari ruang guru hingga kamar mandi.
SDN Supiturang 02 berada di Dusun Sumbersari, salah satu wilayah terdampak paling parah bersama Dusun Gumukmas.
Meski selamat pada erupsi besar tahun 2021, kali ini sekolah itu tak mampu bertahan.
Di dua dusun tersebut, setidaknya 50 rumah warga juga hancur tersapu material vulkanik.
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak rumah hanya menyisakan jendela dan pondasi.
Sejumlah warga kembali untuk mencari barang yang mungkin masih bisa diselamatkan dari balik timbunan pasir setinggi lebih dari satu meter.
Salah satu warga Sumbersari, Bu Samsul, menuturkan bahwa perabot rumahnya hancur total.
Ia hanya berhasil menyelamatkan kasur, ijazah anak, dan beberapa dokumen penting sebelum dititipkan ke rumah keluarga yang aman.
Meski kehilangan banyak hal, warga tetap bersyukur bisa menyelamatkan diri karena erupsi terjadi pada siang dan petang hari.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kali ini, namun tiga orang mengalami luka bakar dan ratusan ternak ditemukan mati akibat panas material vulkanik.
Di tengah kerusakan itu, masa depan para siswa SDN Supiturang 02 menjadi pertanyaan besar.
Semester pertama tahun ajaran 2025–2026 masih tersisa sebulan lagi, sementara sekolah terdekat, SDN Supiturang 04, ikut digunakan sebagai lokasi pengungsian.
Sifa, salah satu siswa, mengungkapkan bahwa mereka tidak tahu di mana harus bersekolah lagi.
Meski demikian, ia masih sempat melontarkan candaan polos khas anak-anak bahwa setidaknya mereka mendapatkan libur mendadak.
Para Korban Dirawat Intensif
Tiga korban luka bakar akibat erupsi dirawat intensif di RSUD Haryoto Lumajang.
Dua di antaranya, pasangan suami-istri asal Kediri, mengalami luka bakar serius, sementara satu korban adalah warga Lumajang.
Salah satu pasien asal Kediri bahkan mengalami trauma inhalasi akibat paparan zat beracun.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Haryoto, Yanna Susanti menjelaskan, kondisi ketiganya stabil namun masih dalam pemantauan ketat.
Proses pembersihan luka telah dilakukan beberapa kali, dan tim dokter belum bisa memastikan berapa lama waktu pemulihan.
Aktivitas Gunung Masih Tinggi
Dari pukul 00.00 hingga 12.00 kemarin, PVMBG mencatat 44 kali gempa vulkanik.
Namun pengamatan kawah terkendala asap tebal.
PVMBG mengimbau, masyarakat menjauhi sektor tenggara Besuk Kobokan hingga radius 20 kilometer serta menghindari area 500 meter dari tepian sungai karena potensi awan panas dan aliran lahar.
Aktivitas dalam radius 8 km dari puncak gunung juga dilarang. (jum/idr/dea/ian.ttg)