RADAR BOGOR – Malam Minggu, 20 Desember 2025, menandai malam pertama masuknya bulan Rajab 1447 H, salah satu bulan haram dalam Islam.
Rajab termasuk dalam empat bulan yang dimuliakan Allah SWT, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijah, dan Muharram.
Bulan haram adalah bulan yang dihormati, di mana pada zaman dahulu peperangan pun dilarang dilakukan.
Karena keistimewaannya, bulan Rajab menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah dan doa.
Salah satu amalan utama di bulan ini adalah membaca doa khusus yang diyakini akan mendatangkan rahmat, karunia, dan keberkahan dari Allah SWT.
Doa pada bulan Rajab, terutama pada malam pertamanya, diyakini tidak akan tertolak, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi:
“Ada lima malam yang doa tidak akan tertolak pada malam itu, yaitu malam Jumat, malam pertama Bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, malam hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Baihaqi)
Doa Malam Pertama Bulan Rajab
Salah satu doa yang umum dibaca saat malam pertama bulan Rajab adalah:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَان
Allahummabariklanafiirajaba wasya'bana waballi'naaromadhon.
Baca Juga: Peringati Isra Mikraj, Masjid Al Muslimun Gelar Rajab Festival
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di Bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”
Selain itu, terdapat doa panjang yang biasa dibaca oleh Sayyidina Ali pada malam-malam pertama bulan Rajab, yang dikenal sebagai doa penuh keberkahan dan permohonan ampunan, perlindungan, dan kemudahan hidup:
Ya Allah, limpahkan rahmat ta'dzim kepada Muhammad dan keluarganya yang menjadi pelita-pelita hikmah, pemilik kenikmatan, sumber perlindungan.
Jagalah kami dari keburukan, jangan jadikan kami tertipu atau lalai, dan jangan jadikan akhir urusan kami penyesalan. Ridhailah kami. Ampunilah dosa kami yang tidak membahayakan-Mu, berikan kelapangan, ketenteraman, keamanan, kesehatan, kesyukuran, keselamatan, ketakwaan, kesabaran, dan kejujuran bagi kami, keluarga, anak-anak, saudara, dan orang tua yang melahirkan kami, serta semua Muslimin dan Muslimat.
Doa ini tercatat dalam kitab Al-Ghunyah karya Syekh Abdul Qadir bin Shalih al-Jilani, menekankan pentingnya memohon perlindungan, keberkahan, dan bimbingan Allah SWT di bulan yang penuh kemuliaan ini.
Keistimewaan Malam Pertama Rajab
Selain doa, malam pertama bulan Rajab memiliki keutamaan spiritual karena menjadi salah satu malam yang doa tidak ditolak.
Umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkannya dengan memperbanyak dzikir, istighfar, sedekah, dan amal shaleh lainnya.
Keutamaan ini menjadikan Rajab sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak kebaikan, dan menyiapkan hati menyambut bulan Ramadhan.
Dengan membaca doa pada malam pertama Rajab 1447 H, umat Muslim diyakini akan mendapatkan limpahan rahmat, pengampunan, dan keberkahan yang berlimpah dari Allah SWT.
Semoga setiap doa dan amal ibadah di bulan Rajab diterima, serta membawa ketenangan dan kemuliaan dalam hidup.***
Editor : Eli Kustiyawati