Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Datangi Langsung Antam Pongkor, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pastikan Tidak Ada Korban 700 Orang

Septi Nulawam Harahap • Rabu, 14 Januari 2026 | 22:02 WIB
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan terkait tambang.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan terkait tambang.

RADAR BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto memastikan kabar adanya 700 orang yang terjebak dalam lubang tambang emas milik PT. Antam Pingkor di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, tidak benar.

Hal itu disampaikannya setelah mendatangi langsung kantor PT ANTAM UBPE Pongkor bersama Kapolres Bogor dan Dandim Kabupaten Bogor, Rabu 14 Januari 2026.

"Kami hanya mempertegas kembali apa yang disampaikan oleh pimpinan PT ANTAM, tentunya masyarakat pada saat mendengar sesuatu hal, sama halnya dengan kami, mendengar ada masyarakat yang menjadi korban, kami langsung buru-buru datang untuk memastikan perihal berita tersebut," ungkapnya.

Setelah sampai di Kecamatan Nanggung, pihaknya langsung mengadakan rapat bersama pimpinan PT ANTAM dan juga Forkopimcam Nanggung di Mako Koramil Nanggung 2117/Nanggung.

Dalam rapat tersebut, Bupati Bogor ingin mendapatkan informasi yang valid sehingga perlu diluruskan ke publik.

"Yang pertama tadi disampaikan, beredar video dari lubang yang keluar asap yang terjadi pada Selasa (13/1) pukul 00.30 WIB dini hari, dan dipastikan di jam tersebut tidak ada operasional tambang yang berjalan dari ANTAM," tegasnya.

Kemudian informasi terkait adanya korban sebanyak 700 orang yang terjebak di dalam lubang atau gua, Rudy Susmanto pastikan tidak benar.

Menurutnya, 700 yang dimaksud merupakan penyebutan lokasi di area IUP PT ANTAM UBPE Pongkor.

"Mungkin terdengar di antara itu ada level 400, 500, 600, dan 700. Ternyata apa yang kita dengar dan tersampaikan ke pihak-pihak lain bahwa ada korban terjebak 700 orang, kita pastikan tidak betul," jelas Rudy Susmanto.

Sementara PT ANTAM Tbk menyampaikan klarifikasi atas informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan terkait dugaan adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang. Pihak perusahaan memastikan Informasi tersebut tidak benar.

Dalam keterangan resminya, video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah L.600 Ciurug yang terdeteksi pada Selasa (13/1) sekitar pukul 00.30 WIB.

Asap muncul pada salah satu level kerja yang diduga berasal dari terbakarnya kayu stapling/kayu penyangga, Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peningkatan konsentrasi gas karbon monoksida (CO) di aatas ambang yang dianggap aman sebesar 25 ppm.

Sedangkan pada saat kejadian, nilai terukur mencapai 1200 ppm. Kondisi tersebut sangat yang berbahaya apabila terpapar dalam kondisi tersebut. Hingga saat ini kondisi penanganan pun sedang berlangsung.

Sesuai prosedur keselamatan, kondisi ini segera direspons melalui penghentian sementara aktivitas di area terdampak, pengaturan dan penyesuaian sistem ventilasi, serta isolasi area kerja, dengan tujuan utama mencegah paparan terhadap pekerja. Penanganan dilakukan secara terukur dan bertahap hingga kondisi dinyatakan aman.

Penanganan kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan ANTAM. Seluruh karyawan berada dalam kondisi aman, dan aktivitas operasional perusahaan tetap berada dalam kendali.

ANTAM menegaskan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan dan kebocoran gas berbahaya sebagaimana diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan ANTAM yang terjebak di dalam area tambang.

"ANTAM meluruskan bahwa tidak ada korban terjebak sebanyak 700 jiwa, kami meluruskan bahwa hal itu keliru dan mungkin angka tersebut merujuk pada nama salah satu portal yang sudah tidak kami pergunakan untuk kegiatan operasi penambangan dengan nama Portal L.700 Ciurug," tukas General Manager PT Antam Tbk UPBE Pongkor Nilus Rahmat.(cok)

Editor : Alpin.
#Rudy Susmanto #bupati bogor #Antam pongkor