RADAR BOGOR – Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN terus memperkuat kolaborasi riset internasional sebagai upaya menjawab berbagai tantangan global.
Salah satu langkah BRIN tersebut diwujudkan melalui penguatan kerja sama strategis dengan Federasi Rusia yang telah terjalin sebelumnya, khususnya dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangunan.
Dikutip dari unggahan akun Instagram @kepalabrin, kolaborasi riset internasional dinilai menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
BRIN menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan mengembangkan kemitraan strategis dengan Rusia, termasuk kerja sama yang selama ini telah terjalin bersama ROSATOM.
Kolaborasi riset internasional adalah kunci untuk menjawab tantangan global. BRIN terus memperkuat kerja sama strategis dengan Rusia.
Kemudian melanjutkan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya bersama ROSATOM dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangunan berorientasi ke depan.
Dalam pertemuan dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Sergei Tolchenov, beserta delegasi, Kepala BRIN Prof Arif Satria menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah berjalan dengan baik.
Rusia melalui ROSATOM selama ini menjadi mitra strategis Indonesia dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai dan pembangunan berkelanjutan.
Ke depan, ruang lingkup kerja sama riset antara kedua negara direncanakan akan diperluas ke berbagai bidang strategis lainnya.
Salah satunya adalah sektor antariksa, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi riset dan inovasi teknologi.
Selain itu, BRIN juga menjajaki pengembangan riset bersama dengan St. Petersburg State University dan Russian Academy of Sciences.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi.
Tidak hanya itu, peluang kerja sama juga diarahkan ke sektor pangan dan nutrisi. Bidang ini dinilai relevan dengan isu ketahanan pangan global yang saat ini menjadi perhatian banyak negara, termasuk Indonesia.
Dalam unggahannya, bahwa ke depan kerja sama riset tersebut akan terus dikembangkan ke berbagai bidang strategis.
Kolaborasi direncanakan mencakup sektor antariksa, penguatan riset bersama St. Petersburg State University dan Russian Academy of Sciences.
Serta penjajakan kerja sama di bidang pangan dan nutrisi yang berkaitan dengan isu ketahanan pangan global.
Melalui penguatan kemitraan ini, BRIN berharap kerja sama Indonesia–Rusia tidak hanya berdampak pada pengembangan riset dan teknologi, tetapi juga semakin memperkuat diplomasi kedua negara di tingkat internasional. (Mirta/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin