Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Malam Nisfu Syaban: Allah Ampuni Semua Dosa, Kecuali Dua Golongan Ini, Begini Pesan Buya Yahya

Khairunnisa RB • Senin, 2 Februari 2026 | 07:20 WIB
Ilustrasi berdoa memohon ampun di malam Nisfu Syaban
Ilustrasi berdoa memohon ampun di malam Nisfu Syaban

RADAR BOGOR – Malam Nisfu Syaban selalu menjadi momen yang dinantikan umat Islam di berbagai belahan dunia.

Malam istimewa yang berada di pertengahan bulan Syaban ini dikenal sebagai waktu dibukanya pintu-pintu rahmat, ampunan, dan kasih sayang Allah SWT secara luas.

Pada tahun ini, malam Nisfu Syaban bertepatan dengan Senin malam, 2 Februari, sebuah kesempatan emas bagi kaum muslimin untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam sebuah kajian yang disampaikan oleh ulama kharismatik Buya Yahya, beliau mengingatkan bahwa keutamaan malam Nisfu Syaban sangat besar.

Hal tersebut bahkan disebutkan secara jelas dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Sayidina Mu’adz bin Jabal.

Buya Yahya menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang di dalam hatinya ada dendam kepada saudaranya.”

Menurut Buya Yahya, kata “Allah melihat” dalam hadis tersebut bukan sekadar melihat dalam makna umum, sebab Allah SWT pada hakikatnya selalu melihat segala sesuatu setiap saat. Namun, yang dimaksud adalah pandangan khusus.

“Allah melihat, dan memang setiap saat Allah melihat. Namun, jika dengan takbir khusus seperti ini, berarti melihat dengan pandangan khusus. Pandangan kasih, pandangan rahmat, pandangan pengampunan,” jelas Buya Yahya.

Ia menegaskan bahwa pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memandang makhluk-Nya dengan pandangan penuh cinta dan rahmat, lalu menurunkan ampunan kepada seluruh hamba-Nya tanpa terkecuali, kecuali dua golongan tertentu.

Golongan pertama adalah orang-orang musyrik, yaitu mereka yang menyekutukan Allah SWT.

“Kecuali orang yang menyekutukan Allah, yang tidak beriman kepada Allah. Ini dari orang di luar Islam, jelas dalam keadaan apa pun amalnya tidak diterima,” ujar Buya Yahya.

Sedangkan golongan kedua justru berasal dari kaum muslimin sendiri, yaitu mereka yang menyimpan dendam, kebencian, dan permusuhan terhadap sesama.

“Yang kedua adalah golongan kaum muslimin musyakhin, orang yang punya dendam dan benci kepada saudaranya,” lanjutnya.

Buya Yahya menggambarkan betapa mengerikannya keadaan seseorang yang masih menyimpan kebencian di hatinya pada malam penuh ampunan tersebut.

“Allah mengerikan, di saat Allah membagi-bagikan pengampunan, orang yang terus memendam sakit hati dan capek hidupnya ternyata tidak mendapatkan bagian pengampunan. Rugi sekali dengan dendam,” tegasnya.

Menurut Buya Yahya, dendam tidak hanya merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi penghalang besar turunnya rahmat Allah.

Orang yang terus memelihara kebencian sejatinya sedang menyiksa dirinya sendiri, baik secara batin maupun spiritual.

Karena itu, menjelang malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk melakukan introspeksi diri, membersihkan hati, dan berusaha memaafkan kesalahan orang lain.

“Kalau kita ingin mendapat ampunan Allah, maka lapangkan hati kita. Maafkan siapa pun yang pernah menyakiti kita,” pesan Buya Yahya.

Selain membersihkan hati, malam Nisfu Syaban juga dianjurkan diisi dengan berbagai amalan, seperti memperbanyak istigfar, membaca Al-Qur’an, memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW, melaksanakan salat sunah, serta berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat.

Buya Yahya menekankan bahwa inti dari semua amalan tersebut adalah menghadirkan hati yang tulus di hadapan Allah.

Baca Juga: Menulis Surat Shad Ayat 54 pada Malam Nisfu Syaban, Benarkah Bisa Membuka Pintu Rezeki? Simak Hukumnya Berikut Ini

“Bukan sekadar banyaknya ibadah, tetapi keikhlasan dan kebersihan hati itulah yang utama,” katanya.

Dengan datangnya malam Nisfu Syaban pada Senin malam, 2 Februari, Buya Yahya mengajak seluruh umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.

“Ini malam yang sangat mulia. Jangan sampai kita hadir di malam itu, tetapi pulang tanpa ampunan,” tutupnya.

Malam Nisfu Syaban bukan hanya momentum memperbanyak ibadah, tetapi juga kesempatan besar untuk berdamai dengan diri sendiri, dengan sesama, dan tentu saja dengan Allah SWT.

Sebab, sebagaimana diingatkan Buya Yahya, dendam sekecil apa pun bisa menjadi penghalang turunnya rahmat, sementara hati yang bersih adalah kunci terbukanya pintu ampunan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#Keutamaan malam nisfu syaban #ibadah #malam nisfu syaban #Buya Yahya