Darurat Sampah! Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Asri, Cek Aturan Baru Bersih-bersih 30 Menit dan Skema Ekoteologi Kemenag
Kholikul Ihsan• Senin, 2 Februari 2026 | 21:13 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rakornas 2026 di Sentul (SICC) Bogor.
RADAR BOGOR - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mendeklarasikan Gerakan Indonesia Asri sebagai respons darurat terhadap ancaman limbah nasional dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul (SICC), Bogor, Senin, 2 Februari 2026.
Dalam instruksi yang bersifat mandatori tersebut, Kepala Negara memerintahkan 4.011 pimpinan lembaga dan kepala daerah untuk mengeksekusi aksi bersih-bersih sampah secara masif. Presiden menegaskan bahwa sampah bukan lagi sekadar masalah estetika, melainkan bencana dan sumber penyakit yang mengancam ketahanan kesehatan bangsa.
Merespons instruksi tegas tersebut, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan kesiapan institusinya untuk mengintegrasikan visi Presiden melalui doktrin spiritual.
“Saya perintahkan para pimpinan kementerian dan lembaga untuk bersih-bersih. Kalau bisa setiap hari 30 menit sebelum masuk kantor, kita pastikan lingkungan kerja bersih dan asri,” tegas Presiden Prabowo saat memberikan taklimat langsung di hadapan para Menteri dan Kepala Daerah, dilansir dari laman resmi kemenag.go.id.
Operasi Bersih Nasional
Presiden Prabowo menekankan bahwa gerakan ini harus dimulai dari lingkungan birokrasi sebagai teladan bagi masyarakat luas. Berikut adalah poin-poin utama arahan Presiden:
1. Mandat Kebersihan Harian: Kewajiban melakukan aksi bersih-bersih selama 30 menit setiap hari sebelum jam kerja dimulai di seluruh instansi pemerintah.
Kementerian Agama (Kemenag) menyelaraskan langkah Indonesia Asri melalui konsep Ekoteologi. Secara teknis, Ekoteologi adalah pendekatan keagamaan yang memandang pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah dan manifestasi hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
Untuk mendukung gerakan ini, Kemenag telah menyiapkan infrastruktur edukasi masif:
1. Transformasi Kurikulum: Menyisipkan nilai peduli lingkungan ke dalam kurikulum Madrasah dan Perguruan Tinggi Keagamaan.
Secara teknis, degradasi lingkungan akibat penumpukan sampah berkontribusi signifikan terhadap perubahan iklim. Gerakan Indonesia Asri bukan hanya soal memungut sampah, tetapi juga mencakup pengelolaan limbah hulu ke hilir.
Kemenag mengambil peran dalam Technical Authority di bidang edukasi perilaku (behavioral change), memastikan bahwa 800 ribu lebih ASN dan jutaan siswa di bawah naungan Kemenag menjadi agen perubahan lingkungan yang disiplin.***