RADAR BOGOR – Meski status tanggap darurat banjir bandang di Pulau Sumatera resmi berakhir pada 20 Januari 2026, kebutuhan bantuan bagi para korban masih sangat mendesak.
Bencana yang melanda 18 kabupaten dan kota termasuk di Sumatera tersebut menyisakan persoalan kemanusiaan yang hingga kini belum sepenuhnya tertangani.
Relawan yang juga karyawan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Cahyono Iwan Kusumo, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana di Sumatera membutuhkan perhatian dan kepedulian berkelanjutan dari berbagai pihak.
Hal itu disampaikan Iwan saat ditemui Radar Bogor di lokasi bencana. Ia menjelaskan, luasnya wilayah terdampak menyebabkan kebutuhan dasar para pengungsi belum sepenuhnya terpenuhi.
Melalui program Sahabat Baik SalamAid, PT Pupuk Kalimantan Timur menyalurkan bantuan langsung ke wilayah terdampak.
Penyaluran dilakukan berdasarkan pendataan kebutuhan pengungsi agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Fokus penyaluran bantuan PKT sangat dirasakan manfaatnya karena didasarkan pada pendataan kebutuhan pengungsi yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Iwan kepada Radar Bogor, Senin 19 Januari 2026.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi air bersih, kebutuhan bayi, kasur, kompor gas, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan distribusi di lapangan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Baiturahman PT Pupuk Kalimantan Timur, Wawan Ari Susanto, menyampaikan bahwa PKT juga menyalurkan bantuan Al-Qur’an ke sejumlah wilayah terdampak.
Menjelang bulan suci Ramadhan, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penguat spiritual bagi masyarakat korban bencana.
“Semoga dengan tersebarnya Al-Qur’an di Pulau Sumatera ini bisa membawa manfaat, apalagi sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan,” tuturnya.
Wawan menambahkan, seluruh bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi dari kegiatan Charity for Sumatera yang dilakukan oleh PKT bersama Yayasan Baiturrahman PKT, jamaah masjid di lingkungan PKT, serta masyarakat Kota Bontang.
Bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen kepedulian dan simpati kepada saudara-saudara yang terdampak banjir bandang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin