RADAR BOGOR — Pengusaha sekaligus tokoh muslim Jusuf Hamka yang akrab disapa Babah Alun menanggapi kritik yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merugikan pelaku UMKM.
Babah Alun menilai anggapan tersebut tidak tepat, karena program itu justru memberikan dampak ekonomi yang luas, terutama dalam membuka peluang kerja baru.
Babah Alun menegaskan bahwa implementasi MBG membawa manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya memperluas penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.
Baca Juga: Babah Alun Ingatkan Publik: Prioritaskan Gizi Anak, Jangan Mudah Klaim Haram Program MBG
“Saya pikir tidak pas. Karena gini. Dengan adanya. MBG ini. Banyak memberikan lapangan pekerjaan,” ujar Babah Alun ditemui di Bogor, Minggu 15 Februari 2026.
Ia menjelaskan, UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak dalam rantai pasok bahan baku program tersebut.
Pelaku usaha kecil, koperasi, hingga peternak menjadi bagian dari ekosistem penyedia kebutuhan pangan seperti telur, ayam, ikan, daging, susu, hingga sayuran.
Baca Juga: Haru, Penyanyi Raisa Ungkap Cerita Terakhir Kali Berinteraksi dengan Ibunya di Konser Josh Groban
“Peternak telur. Peternak ayam. Ikan. Semua daging. Semua kan ikut terbeli. Sayur-sayuran semua terbeli,” ungkapnya.
Meski demikian, Babah Alun mengakui pelaksanaan program ini masih memerlukan penyempurnaan.
Ia mengajak semua pihak untuk terlibat dalam memperbaiki kualitas, pengawasan, kolaborasi, serta mekanisme distribusi agar manfaat MBG semakin optimal.
“Memang mungkin saat ini tidak sempurna. Seperti saya bilang. Yuk kita sempurnakan bersama-sama,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yuk kita dukung program pemerintah. Karena pemerintah bukan hanya MBG. Menyerap tenaga kerja orang-orang kita,” tegasnya.
Babah Alun menambahkan, pemerintah saat ini terus merumuskan kebijakan strategis untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar.
“Dan pemerintah sedang mencari bentuk. Untuk mesejaterakan. Memakmurkan rakyatnya,” pungkasnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin