RADAR BOGOR - Pengamat Al Chaidar Abdurrahman Puteh menyampaikan pandangan terkait konflik yang terjadi Timur Tengah dan berharap segera dilakukan evakuasi terhadap para WNI.
Chaidar menilai apa yang terjadi saat ini merupakan awal perang dunia ketiga yang sudah dimulai sejak 2014 dan konflik tersebut mengarah bukan lagi sebagai proksi tetapi sudah jadi frontal yang sebenarnya.
Antropolog lulusan Universitas Indonesia yang kini bertugas sebagai dosen pada Universitas Malikussaleh itu juga memaparkan, konflik tersebut memberikan dampak besar bagi Indonesia secara umum maupun dari segi ekonomi.
Secara umum di Indonesia kata Chaidar jumlah pendukung Iran cukup banyak terlebih dengan wafatnya pimpinan tertinggi Iran.
Baca Juga: Jemaah Umrah Diminta Tunda Keberangkatan Imbas Konflik di Timur Tengah, Kemenhaj Pastikan Persiapan Haji Tetap Berjalan
"Di Indonesia akan membuat reaksi-reaksi yang pasti sulit diduga ya, jadi saya kira ini adalah efek yang sangat serius," ujar Chaidar kepada Radar Bogor.
Selain itu, kata dia, dampak terhadap ekonomi juga sangat besar, apalagi Indonesia akan berada dalam pusaran tersebut sehingga akan terkuras dari segi ekonomi.
"Di dalam BoP (Board of Peace) saja sudah mengharuskan Indonesia mengirim Rp17 triliun ya yang merupakan dana yang sangat besar kalau itu digunakan untuk membangun sebuah kampus yang besar di Indonesia itu akan akan bisa membangun sebuah kampus yang terluas di Asia Tenggara yang luasnya bisa mencapai satu kecamatan," paparnya.
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal dalam Serangan Militer, Iran Umumkan Berkabung Nasional
Sehingga, kata Chaidar, hal ini akan berdampak sangat signifikan terhadap ekonomi Indonesia yang diprediksi bisa mengalami inflasi karena menggunakan dana dari pajak rakyat.
Sedangkan terkait warga Indonesia yang saat ini berada di Timur Tengah Chaidar berharap agar segera dilakukan evakuasi lantaran konflik sudah meluas.
"Warga Negara Indonesia memang diharuskan untuk dievakuasi secepatnya jadi pemerintah Indonesia harus melakukan mitigasi ini dan itu juga membutuhkan dana yang cukup besar," pungkasnya.(abl)