RADAR BOGOR – Pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Salah satunya dengan memberikan diskon tarif tol hingga 30 persen serta membuka beberapa ruas tol fungsional secara gratis bagi masyarakat.
Program diskon tarif tol itu dijalankan melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama operator jalan tol, yakni PT Jasa Marga dan PT Hutama Karya, guna mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meringankan biaya perjalanan pemudik.
Besaran diskon tarif tol tahun ini meningkat dibandingkan kebijakan sebelumnya yang hanya mencapai 20 persen.
Pemerintah berharap insentif ini dapat mendorong masyarakat melakukan perjalanan lebih awal sehingga potensi kemacetan saat puncak mudik dapat ditekan.
Diskon tarif tol 30 persen mulai diberlakukan sejak H-9 Lebaran 2026 atau sekitar awal Maret 2026 hingga periode arus balik.
Kebijakan tersebut mencakup seluruh ruas tol operasional di Indonesia, termasuk jaringan Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, serta sejumlah ruas strategis lainnya.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa kebijakan serupa terbukti efektif pada musim mudik tahun sebelumnya sehingga pemerintah memutuskan meningkatkan besaran diskon pada tahun ini.
Selain pemberian diskon tarif tol, pemerintah juga membuka ruas tol fungsional tanpa tarif selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Total panjang jalan tol yang dioperasikan sementara mencapai sekitar 198 kilometer di wilayah Trans Jawa dan Trans Sumatera.
Berikut sejumlah ruas tol fungsional yang dibuka selama periode mudik:
Jalur Trans Jawa (dikelola Jasa Marga dan operator lainnya):
- Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) fungsional sepanjang 54,7 km sebagai alternatif pengurai kepadatan di koridor utama.
- Tol Jogja–Bawen fungsional sepanjang 4,85 km.
- Tol Jogja–Solo fungsional sepanjang 11,48 km.
- Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap 1 fungsional sepanjang 49,68 km.
Jalur Trans Sumatera (dikelola Hutama Karya):
- Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 fungsional beserta beberapa seksi lainnya yang berkontribusi pada total panjang ruas yang dioperasikan sementara.
Sejumlah sumber menyebutkan terdapat enam ruas tol fungsional dengan total panjang mencapai 198 km.
Sementara itu, Jasa Marga mencatat empat ruas utama dengan panjang sekitar 121,64 km yang difokuskan sebagai jalur alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas di tol utama.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan diskon tarif tol maupun pembukaan tol fungsional bersifat sementara dan hanya berlaku selama periode mudik serta arus balik Lebaran 2026. Setelah masa tersebut berakhir, tarif tol akan kembali normal sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Stimulus atau Sekadar Isu? Ini Penjelasan Lengkap Bantuan Tambahan PKH dan BPNT bagi KPM Tahun 2026
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi melalui pengumuman PT Jasa Marga, PT Hutama Karya, maupun kanal resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Bakom RI. (***)
Editor : Yosep Awaludin