RADAR BOGOR - Pemerintah memberikan sinyal positif bagi masyarakat yang bercita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, memberikan sinyal kuat mengenai peluang dibukanya kembali seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026 mendatang.
Hal ini didasarkan pada kebutuhan riil instansi pemerintah di mana sekitar 160.000 ASN dijadwalkan akan memasuki masa pensiun pada tahun 2025.
Kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh para pensiunan tersebut perlu segera diisi kembali untuk menjaga kelancaran pelayanan publik.
“Kami kan sudah menyediakan sekitar 160.000 pensiun yang memang harus diisi. Mudah-mudahan, mudahan (di 2026 ada tes CPNS),” kata Menpan RB, Rini Widyantini saat ditemui di Kantor Kemenpan RB.
Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi para pencari kerja, terutama para lulusan baru (fresh graduate) yang ingin berkarir di pemerintahan.
Panduan Ketentuan Ijazah dan Transkrip Nilai untuk Seleksi
Mengingat seleksi CPNS menuntut ketelitian tinggi dalam administrasi, para calon pelamar diimbau untuk mempersiapkan dokumen, terutama ijazah dan transkrip nilai, dengan sangat hati-hati.
Kesalahan dalam mengunggah dokumen sering kali menjadi penyebab utama gugurnya pelamar di tahap seleksi administrasi.
Dilansir dari Instagram @studicpns.id, berikut adalah ketentuan penting terkait dokumen ijazah dan transkrip nilai:
· Pastikan Scan Ijazah Asli
Pelamar wajib melakukan pemindaian (scanning) menggunakan dokumen ijazah asli, bukan fotokopi.
· Gunakan Mesin Scanner
Untuk mendapatkan hasil yang berkualitas tinggi dan jelas, disarankan memindai dokumen menggunakan mesin scanner, bukan sekadar aplikasi kamera ponsel.
· Sesuaikan Format dan Ukuran
Lakukan unggah ijazah sesuai dengan format dan ukuran yang telah ditentukan dalam sistem pendaftaran SSCASN.
· Periksa Kembali Setelah Resize
Jika file terlalu besar, pastikan untuk memeriksa kembali dokumen saat melakukan resize agar tidak pecah atau terpotong.
· Keterbacaan Dokumen
Ukuran file data tetap terbaca jelas setelah dikompresi. Informasi seperti nama, tanggal lahir, dan nilai harus terlihat tanpa keraguan.
Dengan mempersiapkan dokumen jauh-jauh hari, pelamar dapat menghindari kepanikan dan risiko kesalahan teknis saat pendaftaran resmi dibuka.***
Editor : Alpin.