RADAR BOGOR - Pembatasan medsos (media sosial) pada anak yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) banyak menarik perhatian para pengamat.
Salah satunya pengamat yang juga Direktur ICT Institute, Heru Sutadi. Kebijakan pembatasan medsos pada anak, kata dia, harus dikombinasikan dengan berbagai langkah lainnya.
Sebab kata dia, pembatasan medsos pada anak bisa dimanipulasi pengguna itu sendiri, dengan hanya mengandalkan platform yang bertanya mengenai usia pengguna gadget tersebut.
Heru mengatakan, dalam pop-up yang muncul pada layar gadget, soal pertanyaan tahun kelahiran pengguna medsos, anak hanya cukup menekan tombol konfirmasi.
Tidak ada langkah lanjutan mengenai apakah benar, pilihan yang mereka pilih dilakukan tanpa maipulasi usia.
"Rawan manipulasi dan anak-anak gampang main klik saja sehingga tetap bisa menggunakan atau tidak dibatasi aksesnya," jelasnya.
Lainnya, Heru juga menambahkan, pemerintah harus melakukan pengamanan lain dari platform digital, hingga pengawasan kepada keluarga.
"Bisa menekankan ke platform digital yang masuk dan bisa di akses di Indonesia, agar mematuhi aturan yang berlaku," kata dia.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga