RADAR BOGOR - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan mobilitas masyarakat selama arus mudik lebaran 2026 akan mencapai sekitar 143,9 juta perjalanan.
Puncak arus mudik lebaran, diprediksi Kemenhub terjadi dalam dua periode, yaitu pada 14–15 Maret serta 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026.
Menanggapi tingginya potensi arus mudik lebaran dari Kemenhub tersebut, pakar transportasi dari Universitas Gadjah Mada Dwi Ardianta Kurniawan mengingatkan pentingnya kesiapan teknis kendaraan.
Dia juga mengingatkan soal pentingnya kondisi pengemudi sebelum melakukan perjalanan jauh.
Menurutnya, mengabaikan kesiapan tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan serius di jalan raya selama periode mudik.
Ia juga menyarankan para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas rest area di jalan tol maupun ribuan masjid yang tersebar di sepanjang jalur mudik.
"Sebagai tempat beristirahat sejenak untuk memulihkan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan," kata dia.
Selain faktor keselamatan, kenyamanan selama perjalanan juga perlu diperhatikan, terutama bagi pemudik yang membawa anak-anak atau lanjut usia.
Pengemudi disarankan memastikan sistem pendingin udara (AC) kendaraan berfungsi dengan baik serta menyiapkan perlengkapan penting seperti kotak P3K, obat-obatan pribadi, makanan ringan, dan air minum yang cukup selama perjalanan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga