RADAR BOGOR – Pemerintah terus mempercepat implementasi program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL sebagai langkah strategis dalam menangani kedaruratan sampah nasional yang kian mendesak.
Upaya percepatan program PSEL ini dilakukan melalui rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, dengan fokus mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di berbagai daerah.
Dalam tahap awal, pemerintah menetapkan empat wilayah prioritas pembangunan PSEL, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta Raya.
Keikutsertaan Bogor Raya dalam proyek ini menjadi perhatian penting, mengingat volume sampah yang terus meningkat serta keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah tersebut.
Diharapkan, pembangunan PSEL di Bogor mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
dikutip dari Instagram @kemenkopangan.ri Percepatan pembangunan PSEL dilakukan untuk mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Proyek-proyek tahap pertama ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027, seiring dengan upaya pemerintah mempercepat proses perencanaan, pembiayaan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.
Selain mengurangi beban TPA, PSEL juga dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi dengan mengubah sampah menjadi sumber energi yang ramah lingkungan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif serta mendukung transisi menuju energi bersih di Indonesia.
Dengan adanya percepatan implementasi PSEL, diharapkan permasalahan sampah di wilayah seperti Bogor dapat tertangani secara optimal dan berkelanjutan di masa mendatang. (Mirta/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin