RADAR BOGOR-Panahan Kota Bogor diprediksi takkan mampu berbicara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Meski akan dimainkan di rumah sendiri.
Penyebabnya karena materi atlet panah ‘Kota Hujan’ masih berada di level junior. Sehingga untuk bersaing dengan para pemanah dari seluruh Jabar akan sangat sulit. Jangankan medali emas, meraih minimal perunggu saja dinilai takkan mampu.
Hal itu disampaikan sesepuh panahan Kota Bogor, M.A, Hidayat yang prihatin dengan persiapan atlet ala kadarnya jelang pesta olahraga multievent empat tahunan itu.
“(Penilaian) berdasarkan kategori dan klasifikasi jarak dalam seleksi yang diadakan Perpani (Persatuan Panahan Indonesia ). Sementara tim bayangan belum dibentuk. Pembinaan diserahkan kepada masing-masing klub yang berada di Kota Bogor,” ujarnya, Senin (19/8).
Ditambahkan Hidayat, untuk meraih medali di Porprov Jabar 2026 masih minim karena belum ada pemanah potensial yang muncul. “Untuk meraih medali tidak cukup dengan kata semangat saja. Harus kerja keras agar saat Porprov 2026 bisa mendapatkan prestasi,” tegasnya.
Sementara saat dikonfirmasi, Ketua Pengcab Perpani Kota Bogor, Dedie A Rachim tak membantah pernyataan Hidayat. Ia sependapat karena ajang Porprov Jabar sangat bergengsi, dan butuh persiapan yang matang dan terencana.
“Oleh karena itu, kami sedang merumuskan langkah agar singkron dengan semua pengurus Perpani Kota Bogor, yang sebagian besar mengurusi klub juga,” ucapnya.
Terkait torehan medali, Dedie tak menampik peluang untuk meraihnya cukup berat. Banyak faktor penentu seorang atlet bisa mendapatkan prestasi. Salah satunya pengalaman di event bergengsi seperti Porprov Jabar 2026. “Atlet kita bisa lolos (kualifikasi) Porprov Jabar saja sudah sangat membanggakan keluarga dan organisasi. Apalagi sampai bisa meraih prestasi,” tukasnya. (rur)
Editor : Muhammad Ruri Ariatullah