RADAR BOGOR – Antonio Conte genap 70 hari mendampingi skuad SSC Napoli per hari ini Sabtu (21/9).
Momen itu bertepatan dengan kembalinya Antonio Conte ke klub yang pernah diperkuatnya sebagai pemain (1991–2004) maupun sebagai allenatore (2011–2014) yakni Juventus.
Setelah melewati lima giornata Serie A dengan hasil 3 kali menang 1 kali seri dan 1 kali kalah, meladeni Juventus di Stadion Allianz, Turin, Sabtu malam nanti (21/9) merupakan grande partita pertama Antonio Conte.
The Godfather–julukan Conte– pun langsung dihadapkan dengan adu taktik melawan pelatih muda paling bersinar di Italia saat ini, Thiago Motta.
Motta baru menukangi Bianconeri –sebutan Juventus– musim ini, seperti halnya Antonio Conte di klub Napoli.
Menariknya, Motta merupakan anak asuh Antonio Conte semasa menukangi timnas Italia (2019–2021).
Antonio Conte mengakui, dia mengetahui karakter Motta ketika jadi anak buahnya di Gli Azzurri –julukan Italia.
Tapi, sebagai pelatih, The Godfather terkesan dengan kemampuan Motta yang membawa Bologna FC finis empat besar di Serie A dan lolos ke Liga Champions.
Antonio Conte juga mengapresiasi Motta karena tidak mudah melatih klub seperti Juventus yang punya tuntutan untuk juara.
”Dia membuatku tersenyum. Hanya, dia sedikit membuatku bersedih karena berarti aku sudah tua,’’ ucap Antonio Conte
Bukan hanya kesenjangan usia (Antonio Conte 55 tahun dan Motta 42 tahun), taktik tiga bek Conte dianggap terlalu tua di hadapan Motta yang dinamis.
Tim asuhan Antonio Conte yang biasanya kuat dalam defense ternyata sudah kebobolan 4 gol.
Bandingkan dengan Juventus yang masih nirbobol sampai empat giornata.
’’Senang pernah bekerja dengannya (Antonio Conte). Hubungan dengannya pun fantastis,’’ kata Motta dalam pre-match press conference Jumat tadi malam (20/9).
Bukan hanya tentang Antonio Conte dan Motta.
Juventus versus Napoli jadi momen penting bagi Direktur Olahraga Juventus Cristian Giuntoli dan bomber Napoli Romelu Lukaku.
Sebelum mengabdi di Juventus, Guintoli jadi otak di balik kesuksesan Napoli memenangi scudetto Serie A dua musim lalu.
Di Juventus, Giuntoli menularkan ilmunya saat di Castel Volturno, kamp latihan Napoli.
Mulai dari memaksimalkan pemain akademi, strategi transfer jitu, dan membatasi gaji pemain.
Musim ini, Juventus hanya berbelanja EUR 42,4 juta (Rp 718 miliar) untuk merekrut Michele Di Gregorio (AC Monza) dan Nico Gonzalez (ACF Fiorentina).
’’Aku senang dengan upaya yang sudah aku lakukan,’’ kata Giuntoli.
Sementara Lukaku mendapatkan momentum unjuk gigi karena dia sempat akan merapat ke Bianconeri musim panas lalu.
Tapi, Lukaku kemudian memilih ke Napoli karena kedekatan dengan Antonio Conte semasa memenangi scudetto Serie A bersama Inter Milan 2020–2021.(ren/dns)
Susunan Pemain
Juventus (4-3-3):
29-Di Gregorio (g); 6-Danilo (c), 4-Gatti, 3-Bremer, 27-Cambiaso; 16-McKennie, 5-Locatelli, 8-Koopmeiners; 11-Nicolas Gonzalez, 9-Vlahovic, 10-Yildiz
Pelatih:Thiago Motta
Jersey pemain:Hitam-putih
Jersey kiper:Hijau
SSC Napoli (3-4-2-1):
1-Meret (g); 13-Rrahmani, 22-Di Lorenzo (c) 4-Buongiorno, 68-Lobotka, 37-Spinazzola; 21-Politano, 77-Kvaratskhelia; 99-Zambo Anguissa, 11-Lukaku, 30-Mazzocchi
Pelatih:Antonio Conte
Jersey pemain:Biru
Jersey kiper:Kuning
Wasit:Danele Doveri
Stadion:Allianz Stadium, Turin
Kickoff: Sabtu (21/9) puku 23.00 WIB
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim