RADAR BOGOR - McLaren terbukti sangat cepat di Sirkuit Albert Park, Melbourne, pekan lalu (16/3).
Akan tetapi, aturan baru flexi-wing berpotensi mengubah peta persaingan dalam F1 Tiongkok akhir pekan ini (23/3).
Andai balapan di Australia pekan lalu berlangsung dalam cuaca cerah, bisa jadi dua pembalap McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, bablas.
Bukan hanya finis 1-2, melainkan keduanya berpotensi meninggalkan jauh para pesaing seperti Mercedes, Red Bull, dan Ferrari.
Sampai-sampai pembalap Mercedes George Russell percaya jika McLaren bisa segera menghentikan pengembangan mobil tahun ini.
”Mereka bisa fokus untuk 2026. Sulit untuk mengatasi kesenjangan tersebut saat ini,” kata George Russell.
Namun, secercah harapan muncul jelang F1 Tiongkok.
Yakni ketika FIA menerapkan satu penyesuaian aturan fleksibilitas sayap belakang baru.
Celahmain planedenganflapdi sayap belakang yang semula dibatasi 2 milimeter, saat ditimpa beban 75 kg, dikurangi jadi hanya 0,5 millimeter.
Aturan itu bisa jadi akan sedikit mempengaruhi performa McLaren.
Sebab, celah sayap belakang mobil MCL39 memang diketahui cukup lentur.
Itu terlihat saat uji coba pramusim di Bahrain pada Februari lalu.
Bantuan sayap fleksibel (flexi-wing) di mobil McLaren disebut bisa membuat mobil melaju lebih cepat, seperti mini-DRS.
Padahal, beberapa tim menganggapflexi-wingitu sebagai pelanggaran aturan.
“Itu (flexi-wing, Red) masih ada,” kata Direktur Teknik Red Bull Pierre Wache saat uji coba di Bahrain.
”Aku pikir Ferrari dan McLaren masih menggunakan mini-DRS,” sambungnya.
Hanya, andai benar McLaren memanfaatkan flexi-wing, ada kemungkinan performa mereka belum tentu menurun.
Sebab, dominasi McLaren bisa jadi bukan hanya karena adanya sayap belakang.
Belakangan, Norris mengisyaratkan jika McLaren tidak akan melakukan perubahan apa pun akhir pekan ini.
”Tidak, kami tidak perlu mengubah apa pun,” ucapnya soal perubahan aturan sayap belakang dalam sesi konferensi pers, Kamis (20/3).
”Kami baik-baik saja. Jika arahan teknis ini diterapkan akhir pekan lalu, kami juga akan baik-baik saja. Jadi, tampaknya, aturan ini tidak ditujukan kepada kami,” imbuh juara balapan di Australia itu.
Sementara itu, Ferarri sepertinya masih berkutat membenahi problem internal menghadapi balapan di Tiongkok.
Di Australia, mereka dihadapkan masalah komunikasi antararace engineer dengan dua pembalapnya, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton.
Ketika dikonfirmasi, bos Ferrari Fred Vasseur memilihmove on dari masalah di Australia.
”Senang rasanya kami kembali ke trek setelah balapan di Australia karena Shanghai akan memberi kami kesempatan untuk membalikkan keadaan dan segera melangkah maju,” bebernya. (ka/dns)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim