RADAR BOGOR - Leeds United mengawali musim Premier League dengan kemenangan 1-0 atas Everton berkat penalti kontroversial yang memicu perdebatan tentang inkonsistensi aturan handball.
Kronologi Insiden
Laga di Elland Road markas Leeds United diwarnai drama di babak kedua ketika tembakan Anton Stach mengenai lengan James Tarkowski yang berada rapat di samping tubuh.
Wasit Chris Kavanagh memberikan penalti buat Leeds United setelah jeda singkat, dan Lukas Nmecha berhasil mengonversinya menjadi gol kemenangan.
Protes Everton
Tarkowski langsung memprotes keputusan tersebut. "Begitu wasit meniup peluit, saya yakin dia akan membatalkannya. Saya tanya 'jika lengan saya di samping tubuh, apakah itu penalti?' Dan dia jawab 'tidak'," ujar bek Everton kepada Sky Sports.
Manajer David Moyes menyebut keputusan itu salah total dan mempertanyakan konsistensi wasit Premier League.
Menurut Law 12 FIFA, handball terjadi ketika pemain menyentuh bola dengan lengan yang membuat tubuh membesar secara tidak wajar. Namun interpretasi tidak wajar inilah yang menjadi masalah.
Perubahan Aturan Musim Lalu
- Premier League melonggarkan aturan handball
- Pemain tidak perlu lagi bergerak dengan tangan kaku
- Posisi lengan dinilai berdasarkan gerakan tubuh natural
Kepala wasit Howard Webb pernah menyatakan filosofi less is more - mengurangi penalti handball untuk gerakan natural. Namun keputusan Kavanagh justru bertentangan dengan pedoman ini.
Meski Leeds United berhak atas kemenangan, kontroversi ini menyoroti masalah serius, inkonsistensi penerapan aturan handball di Premier League.
Liga paling bergengsi dunia ini butuh standar yang lebih jelas untuk menghindari drama serupa yang dapat merusak kredibilitas kompetisi. (***)
Penulis : Anggita Ali Dahlan / PKL Universitas Pakuan
Sumber : BBC Sports (Brendon Mitchell)