RADAR BOGOR - MotoGP di Sirkuit Motegi Jepang 2025 menjadi panggung penuh kejutan dan drama emosional. Kebangkitan mengejutkan dari pabrikan asal Jepang yaitu Honda, strategi tak terduga Ducati, dan gelar juara dunia Marc Marquez yang menuai kontroversi.
Yang paling menyita perhatian adalah Honda, yang tiba-tiba meraih podium di kandang sendiri di Sirkuit Motegi. Pabrikan Jepang ini membuktikan bahwa mereka mulai bangkit dari masa-masa kelam.
Joan Mir, pembalap yang sering jatuh, kini menunjukan eksistensinya dengan finis ketiga di Sirkuit Motegi. Hasil podium ini dicapai setelah berjuang lama tanpa perolehan berarti di paruh musim ini.
Podium Mir menandakan motor Honda sudah tidak perlu dipacu secara ugal-ugalan agar kencang di trek. Dasar motor RC213V kini lebih kompetitif, membuatnya sedikit lebih berbahaya dari masa kelamnya.
Beralih ke Ducati, Pecco Bagnaia akhirnya menemukan kembali performa terbaiknya di Motegi. Kunci kebangkitannya justru datang dari sebuah strategi pengembangan yang mengejutkan tim pabrikan.
Tim Ducati memutuskan mengambil langkah mundur, memasang komponen lama GP24 pada motor GP25. Suku cadang lama ini termasuk garpu depan dan Ride Height Device (RHD) yang sempat bermasalah.
Hasilnya langsung terasa, dimana Pecco menyapu bersih kemenangan sprint dan balapan utama. Keputusan untuk downgrade terbukti menyelamatkan perjalanannya di Sirkuit Motegi, Jepang.
Sementara itu, Marc Marquez mengunci gelar juara dunia kesembilan setelah finis kedua di belakang Bagnaia. Ini adalah momen emosional bagi The Baby Alien setelah enam tahun jatuh bangun.
Perjalanan menuju gelar ini penuh penderitaan, meliputi cedera lengan parah sejak 2020. Empat kali operasi dan gangguan penglihatan sempat mengancam seluruh karirnya yang gemilang di MotoGP.
Air mata jatuh di wajah Marquez, bukan air mata kemenangan biasa, tetapi tangisan kelegaan. Ini adalah bukti bahwa ia adalah pejuang yang tidak pernah menyerah pada kesulitan yang ada.
Namun, perayaan gelar ini diselimuti kontroversi mengenai jumlah gelar yang boleh dirayakan secara resmi. Aturan baru Dorna hanya memperhitungkan gelar dari kelas utama MotoGP saja.
Secara total Marquez memiliki sembilan gelar, namun secara resmi hanya tujuh yang diizinkan untuk dirayakan. Ia memilih untuk tidak menampilkan angka apapun sebagai respons keras.
Sebagai gantinya, Marquez memperkenalkan simbol baru: hashtag #MoreThanNumber. Pesan ini menegaskan bahwa perjuangan panjangnya jauh lebih penting daripada angka yang tertulis di buku rekor. (***)
Penulis : Arif Aammar Isbar / Magang Universitas BSI Depok
Sumber : YouTube TNT MAGZ