Francesco Bagnaia Menangi Sprint Race MotoGP Malaysia 2025, Alex Marquez Kunci Gelar Runner Up Dunia di Tengah Peringatan 10 Tahun Sepang Clash
Gabriel Anderson Nainggolan• Sabtu, 25 Oktober 2025 | 20:29 WIB
Franscesco Bagnaia dan Alex Márquez.
RADAR BOGOR - Francesco Bagnaia tampil dominan dalam sprint race MotoGP Malaysia 2025 di Sirkuit Internasional Sepang, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Pebalap Ducati Lenovo Team itu memimpin sejak start dan menutup balapan dengan kemenangan meyakinkan. Keberhasilan ini menjadi momentum kebangkitan Bagnaia setelah beberapa seri sebelumnya tampil kurang maksimal.
Dilansir dari laman MotoGP, Bagnaia memulai dari posisi pole dan langsung melejit di tikungan pertama. Ia menjaga ritme dan jarak aman dari para pesaingnya hingga garis finis. Dengan keunggulan sekitar dua detik atas pesaing terdekat, hasil ini menunjukkan bahwa motor Ducati kembali ke performa terbaiknya di trek cepat seperti Sepang.
Di posisi kedua, Alex Marquez dari Gresini Racing tampil impresif dan meraih hasil krusial. Meski gagal menyalip Bagnaia, raihan poin dari sprint race ini cukup untuk memastikan gelar runner-up dunia MotoGP 2025.
Keberhasilan ini sekaligus melengkapi prestasi kakaknya, Marc Marquez, yang lebih dulu memastikan gelar juara dunia beberapa pekan sebelumnya.
Kombinasi Marc dan Alex Marquez mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, dua bersaudara menguasai posisi satu dan dua dalam klasemen akhir sementara kelas utama MotoGP. Momen ini pun terasa istimewa bagi keluarga Márquez, karena keduanya berhasil menorehkan capaian bersejarah di musim yang sama.
Kemenangan Bagnaia dan podium Alex Márquez di Sepang terjadi bertepatan dengan peringatan 10 tahun “Sepang Clash”, insiden kontroversial yang melibatkan Valentino Rossi dan Marc Márquez pada 2015 silam.
Saat itu, bentrokan panas antara keduanya di tikungan ke-14 menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah MotoGP modern, memicu perdebatan panjang dan menandai babak baru rivalitas antar pembalap top dunia.
Kini satu dekade berselang, sirkuit yang sama justru menjadi saksi kejayaan baru keluarga Márquez. Alih-alih benturan emosional seperti dulu, Sepang tahun ini menghadirkan kisah kedewasaan, sportivitas, dan peneguhan dominasi Spanyol di ajang MotoGP.
Marc Marquez sebagai juara dunia, dan Alex Marquez sebagai runner-up, menjadi simbol transformasi generasi setelah masa-masa kontroversial itu.
Francesco Bagnaia sendiri mengakui kemenangan ini terasa spesial. Ia mengatakan bahwa balapan di Sepang selalu membawa energi dan kenangan besar bagi para pembalap. Selain menandai kembalinya performa terbaik Ducati, hasil ini juga menjadi pembuktian pribadi setelah beberapa kali kehilangan podium akibat setup motor yang kurang stabil.
Di sisi lain, Marco Bezzecchi finis tepat di belakang Bagnaia dan Alex Marquez. Kedua pembalap Italia itu kini mengoleksi poin sama, yakni 286, dengan Bagnaia unggul berkat jumlah kemenangan yang lebih banyak. Persaingan antara keduanya dipastikan akan memanas di dua seri terakhir musim ini untuk menentukan siapa yang berhak atas posisi ketiga klasemen akhir.
Pedro Acosta yang tampil impresif di musim debutnya menempati posisi kelima dengan 240 poin. Konsistensinya membuat banyak pihak yakin bahwa ia bisa menjadi ancaman serius bagi pembalap papan atas di musim mendatang.
Usai sprint race Malaysia, klasemen sementara MotoGP 2025 menempatkan Marc Márquez di puncak dengan 545 poin, disusul Alex Márquez dengan 388 poin, lalu Bagnaia dan Bezzecchi dengan poin sama.
Dengan hanya dua seri tersisa, fokus utama kini tertuju pada perebutan posisi ketiga sekaligus menutup musim dengan catatan terbaik di tahun bersejarah bagi MotoGP dan sirkuit Sepang.