RADAR BOGOR - Inter Milan harus menerima kekalahan menyakitkan saat menghadapi Atletico Madrid.
Gol telat di masa tambahan waktu membuat Inter Milan pulang tanpa poin dalam laga Liga Champions tersebut.
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu mengatakan kekalahan itu terasa berat bagi semua orang di klub.
Ia menyebut ada banyak penyesalan, terutama karena tim sebenarnya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah pertandingan sebelumnya.
Inter Milan sempat berharap bisa kembali ke jalur positif usai kekalahan tipis 1-0 dari AC Milan di Serie A.
Mereka menargetkan mempertahankan catatan sempurna di Liga Champions, namun kenyataan berkata lain.
Pertandingan berlangsung panas sejak awal. Ada kontroversi ketika gol Julian Alvarez disahkan meski sebelumnya terjadi handball oleh Alex Baena dalam prosesnya. Inter kemudian menyamakan kedudukan lewat Piotr Zielinski.
Saat skor tampak akan berakhir 1-1, Atletico mencetak gol penentu di menit ke-93. Jose Maria Gimenez menyundul bola dari situasi tendangan sudut dan memastikan kemenangan 2-1 bagi tuan rumah.
“Ini menyakitkan bagi semua orang, karena kami merasa kecewa dan menyesal. Kami datang ke sini dengan semangat tinggi, bukan pulang dengan tangan kosong,” kata pelatih berusia 45 tahun itu.
Ia menilai Inter memulai laga dengan baik, tetapi kehilangan kontrol setelah kebobolan. Meski begitu, Chivu tetap memuji upaya tim yang mampu bereaksi dengan intensitas dan kualitas permainan yang tinggi.
Menurutnya, ada beberapa peluang serangan balik yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik.
Ia juga menyayangkan gol di menit akhir yang terjadi meski Inter memiliki pemain bertinggi dan kuat di udara di area tersebut.
Inter kembali menunjukkan pola yang sama seperti beberapa kekalahan mereka musim ini. Mereka bermain baik, menciptakan peluang, tetapi gagal menyelesaikan detail-detail penting dalam pertandingan besar.
“Tim ini harus tahu cara bereaksi, menyadari bahwa mereka kuat. Mereka harus memahami momen dalam pertandingan, lebih konkret, lebih klinis, dan tidak terlalu fokus pada sepak bola yang indah,” ucap Chivu.
Melihat jalannya pertandingan, Chivu menekankan pentingnya mengambil keputusan cepat di area berbahaya agar tidak mudah diserang balik.
Ia mengatakan Inter Milan sudah mencoba menyiapkan diri untuk tekanan tinggi Atletico, namun tetap kebobolan lebih dulu.
Masalah serangan balik juga kembali muncul, sesuatu yang terlihat jelas dalam kekalahan melawan AC Milan akhir pekan lalu.
Chivu mengatakan tim harus lebih cepat membaca situasi agar tidak kehilangan bola di zona vital.
Di sisi lain, Atletico mampu mengubah jalannya pertandingan dengan pemain-pemain yang masuk dari bangku cadangan.
Chivu mengakui Inter Milan tidak memiliki energi segar yang sama, terutama setelah laga derby sebelumnya.
Meski demikian, Chivu tetap memberikan pembelaan kepada para pemainnya. Ia menyebut seluruh skuad sudah bekerja keras, dan evaluasi mendalam akan dilakukan untuk memperbaiki kesalahan serupa ke depannya. (Raul/BSI)
Editor : Yosep Awaludin