Transmisi CVT vs AT, Mana yang Lebih Awet dan Murah Biaya Perawatannya?

RADAR BOGOR – Memilih mobil bukan hanya soal desain, fitur, atau efisiensi bahan bakar.
Jenis transmisi juga menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan karena berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara, kemampuan menghadapi tanjakan, hingga biaya perawatan dalam jangka panjang.
Di pasar mobil bermesin bensin dan diesel atau Internal Combustion Engine (ICE), terdapat dua jenis transmisi otomatis yang banyak digunakan, yakni Continuously Variable Transmission (CVT) dan transmisi otomatis konvensional atau Automatic Transmission (AT) yang menggunakan torque converter.
Keduanya sama-sama memungkinkan pengemudi berkendara tanpa harus mengoperasikan pedal kopling secara manual.
Namun, mekanisme kerja dan karakter yang dihasilkan berbeda, termasuk dalam hal respons akselerasi, penyaluran tenaga, serta penanganan ketika terjadi kerusakan.
Mengutip ulasan teknis dari kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia, pemahaman mengenai perbedaan CVT dan AT konvensional penting bagi pemilik kendaraan.
Baca Juga: Tongseng Anti Kolesterol Pak Kadir di Cideng: Tongseng Nanas Kuah Kental
Pengetahuan tersebut dapat membantu pengemudi menyesuaikan gaya berkendara sekaligus menentukan perawatan yang tepat.
Lantas, apa saja perbedaan transmisi CVT dan AT konvensional yang perlu diketahui pemilik mobil?
1. Akselerasi CVT Lebih Halus, AT Punya Sensasi Perpindahan Gigi
Perbedaan mendasar antara transmisi CVT dan AT konvensional terletak pada mekanisme pengaturan rasio gigi yang memengaruhi respons kendaraan ketika berakselerasi.
Transmisi CVT bekerja menggunakan dua puli dengan diameter efektif yang dapat berubah, kemudian dihubungkan oleh sabuk baja atau steel belt.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




