Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transmisi CVT vs AT, Mana yang Lebih Awet dan Murah Biaya Perawatannya?

Y
Penulis: Yosep Awaludin❯
Pengecekan teknis komponen transmisi otomatis kendaraan di bengkel spesialis; pemahaman karakter transmisi CVT dan AT konvensional krusial untuk menentukan pola berkendara dan jadwal perawatan oli yang tepat. (Foto: Ilustrasi Gemini AI)
Pengecekan teknis komponen transmisi otomatis kendaraan di bengkel spesialis; pemahaman karakter transmisi CVT dan AT konvensional krusial untuk menentukan pola berkendara dan jadwal perawatan oli yang tepat. (Foto: Ilustrasi Gemini AI)

Advertisement

RADAR BOGOR – Memilih mobil bukan hanya soal desain, fitur, atau efisiensi bahan bakar.

Jenis transmisi juga menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan karena berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara, kemampuan menghadapi tanjakan, hingga biaya perawatan dalam jangka panjang.

Di pasar mobil bermesin bensin dan diesel atau Internal Combustion Engine (ICE), terdapat dua jenis transmisi otomatis yang banyak digunakan, yakni Continuously Variable Transmission (CVT) dan transmisi otomatis konvensional atau Automatic Transmission (AT) yang menggunakan torque converter.

Advertisement

Keduanya sama-sama memungkinkan pengemudi berkendara tanpa harus mengoperasikan pedal kopling secara manual.

Namun, mekanisme kerja dan karakter yang dihasilkan berbeda, termasuk dalam hal respons akselerasi, penyaluran tenaga, serta penanganan ketika terjadi kerusakan.

Mengutip ulasan teknis dari kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia, pemahaman mengenai perbedaan CVT dan AT konvensional penting bagi pemilik kendaraan.

Pengetahuan tersebut dapat membantu pengemudi menyesuaikan gaya berkendara sekaligus menentukan perawatan yang tepat.

Lantas, apa saja perbedaan transmisi CVT dan AT konvensional yang perlu diketahui pemilik mobil?

1. Akselerasi CVT Lebih Halus, AT Punya Sensasi Perpindahan Gigi

Perbedaan mendasar antara transmisi CVT dan AT konvensional terletak pada mekanisme pengaturan rasio gigi yang memengaruhi respons kendaraan ketika berakselerasi.

Transmisi CVT bekerja menggunakan dua puli dengan diameter efektif yang dapat berubah, kemudian dihubungkan oleh sabuk baja atau steel belt.

Advertisement
Editor : Yosep Awaludin
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BogorIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

4 Mitos Oli Transmisi Mobil yang Bisa Bikin Rusak, Nomor 1 Sering Diabaikan

4 Mitos Oli Transmisi Mobil yang Bisa Bikin Rusak, Nomor 1 Sering Diabaikan

Kenali 4 mitos oli transmisi mobil yang berisiko memicu kerusakan, mulai dari anggapan oli lifetime hingga jadwal penggantian.

Transmisi Mobil Matik Jeduk dan Slip? Ini Penyebab Overhaul Bisa Habiskan Biaya Besar

Transmisi Mobil Matik Jeduk dan Slip? Ini Penyebab Overhaul Bisa Habiskan Biaya Besar

Transmisi mobil matik jeduk, delay, atau slip? Kenali penyebabnya, mulai dari oli dan solenoid hingga kampas kopling, serta alasan biayanya

Jangan Lagi Gantung Gas di Tanjakan, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Transmisi Mobil Matic Jebol

Jangan Lagi Gantung Gas di Tanjakan, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Transmisi Mobil Matic Jebol

Jaga transmisi mobil matic Anda agar tetap dalam kondisi baik, dengan tidak membiasakan lakukan gantung gas saat berada di tanjakan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer