RADAR BOGOR - Banjir yang melanda Jakarta beberapa waktu telah menyebabkan banyak mobil terendam dan mogok di tengah jalan. Seorang mekanik berpengalaman memberikan panduan untuk mengatasi masalah ini.
Menurut ahli otomotif, batas aman untuk menerjang banjir adalah setengah tinggi ban. “Jangan dipaksakan jika genangan sudah tinggi. Lebih baik cari tempat parkir yang lebih tinggi atau menginap di hotel daripada memaksakan pulang,” ungkapnya.
Jika terpaksa parkir di area banjir, dongkrak mobil dan ganjal dengan batu bata untuk menambah ketinggian sekitar 20 cm. Solusi ini lebih cost-effective dibanding risiko kerusakan mesin.
Jangan coba menyalakan mesin karena asuransi tidak menanggung kerusakan akibat upaya menghidupkan mobil terendam. Hubungi asuransi untuk towing.
Untuk mobil yang kemasukan air di kabin, segera bawa ke bengkel atau tempat detailing profesional. Proses pembersihan meliputi:
- Cabut semua jok dan karpet dasar
- Cuci dengan chemical khusus dan disinfektan
- Jemur hingga benar-benar kering
- Ganti busa jok jika air sudah meresap dalam
“Jangan biarkan air mengering di dalam jok karena baunya tidak akan hilang. Lebih baik ganti busa jok sekalian daripada berulang kali mencoba membersihkan,” tegas mekanik tersebut.
Air banjir yang menguap dapat menyebabkan jamur pada interior mobil. Jamu ini berbahaya bagi kesehatan dan dapat menyebabkan asma serta pusing. Beberapa jenisj amur bahkan tidak bisa dihilangkan dengan chemical biasa.
Untuk mobil Eropa seperti BMW, biaya perbaikan bisa mencapai Rp50 juta hanya untuk menghidupkan mobil, belum termasuk pembersihan. Mobil Jepang seperti Avanza atau Brio relatif lebih murah jika ECU tidak terendam.
Kunci utama menghadapi banjir adalah pencegahan dan penanganan cepat. “Jangan dipaksakan jika tidak yakin. Lebih baik aman daripada menyesal kemudian,” ujar ahli otomotif tersebut. (***)
Penulis : Anggita Ali Dahlan / PKL Universitas Pakuan
Sumber : Youtube Dokter Mobil Indonesia